Kota, NU Online Sumenep
Di era sekarang, Ilmu Falak sangat erat dengan teknologi. Data-data astronomi disajikan melalui internet dan aplikasi. Pegiat dan pecinta Ilmu Falak dituntut beradaptasi dengan zaman yang semakin progresif.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ustaz Fathor Rozi saat mengisi materi Perhitungan Awal Waktu Shalat Versi Ms. Excel yang diselenggarakan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep dalam rangka Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-99 NU pada Ahad (20/02/2022) di kantor PCNU Sumenep.
Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur ini juga mengatakan perhitungan yang dilakukan secara manual membutuhkan waktu yang lama sehingga menyulitkan bagi pemula dalam belajar Ilmu Falak.
“Perhitungan yang dulunya manual, tentunya butuh waktu lumayan lama, kini dapat ditempuh hanya dengan sekali klik. Termasuk menghitung awal waktu salat dengan Ms. Excel,” katanya.
Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu menyebutkan dalam proses menghitung awal waktu shalat versi Ms. Excel.
“Materi yang disampaikan tentang kaidah dasar Ilmu Falak, konsep waktu shalat dalam Fikih dan Astronomi. Dilanjutkan dengan konsep dasar Ms. Excel dan beberapa fungsi Ms. Excel yang berhubungan dengan perhitungan awal waktu shalat,” tambahnya.
Langkah selanjutnya, menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee ini yaitu menyiapkan beberapa data astronomi yang akan digunakan dalam perhitungan awal waktu shalat.
“Langkah selanjutnya, menyiapkan data koordinat lokasi, data matahari berupa deklinasi dan equation of time (perata waktu). Dilanjutkan menghitung waktu Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya’, Imsak, Subuh, Terbit, Dhuha,, dan Waktu Tengah Malam,” tambahnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa antara perhitungan awal waktu shalat dengan versi Ms. Excel sama akurat tergantung rumus yang digunakan tepat.
“Sama-sama akurat, yang penting data-data dan rumus-rumus yang diinput akurat. Juga menghitungnya harus teliti,” ungkapnya.
Sementara itu, Kiai Moh Fathor Rois selaku Ketua LFNU Sumenep berharap agar peserta yang mengikuti Diklat dapat membuat jadwal shalat dalam setahun dan jadwal imsakiyah Ramadhan.
“Diharapkan, peserta bisa membuat jadwal imsakiyah Ramadhan, jadwal shalat dalam 1 tahun. Setelah pelatihan, peserta juga diberi tugas untuk membuat jadwal imsakiyah Ramadhan yang akan datang, lalu dibahas bersama via WA grup,” pungkasnya.
Editor: A. Warits Rovi

