Image Slider

Perlukah Merukyat Matahari Ketika Berbuka Puasa?

Lenteng, NU Online Sumenep

Terkait dengan peredaran matahari dan bulan, Allah SWT telah menyatakan sendiri dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 39 dan 40, surat Al-Anbiya’ ayat 33, serta surat Ar-Rahman ayat 5.

Demikian penjelasan Ahmad Faidal selaku Koordinator Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep saat dikonfirmasi oleh NU Online Sumenep, Selasa (05/04/2022) di kediamannya, Desa Ellak Laok, Lenteng.

“Dari semua pernyataan Allah SWT dalam Al-Qur’an itu, peredaran matahari secara saintis terbagi kepada dua bagian. Pertama, edar semu hariannya yang diakibatkan dari pengaruh gerak rotasi bumi yang bergerak dari arah barat ke timur. Kedua, edar semu tahunannya akibat pengaruh dari gerak revolusi bumi yang mengitari matahari,” terangnya.

Menurut Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk ini menyatakan, dari edar semu harian dan tahunannya, edar semu matahari jadi penunjuk waktu bagi kehidupan manusia yang ada di permukaan bumi.

“Sehingga dengan adanya karunia akal yang Allah SWT berikan pada manusia, manusia yang hidup sebelum peradaban Islam, mereka sudah bisa memperkirakan umur hari per-satu tahunnya akibat pengaruh dari edar semu tahunan dan waktu 24 jam dalam sehari semalam bumi akibat edar semu hariannya matahari itu sendiri,” jelas beliau.

Dari itu, lanjut pria asal Ellak Laok, Lenteng itu, sebagai umat manusia yang dikaruniai akal, seharusnya mengetahui gerak edar matahari. “Fungsinya tidak lain untuk bisa mengetahui perhitungan waktunya secara constan dan dapat dijadikan acuan untuk menentukan waktu kegiatan sehari-hari, lebih-lebih waktu ibadah kita,” lanjutnya.

Pengurus Bidang Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep ini mengulas tentang perdebatan matahari yang mengelilingi bumi atau sebaliknya.

“Pada masa Aristoteles kisaran tahun 384-322 SM, sampai kisaran pada masa kejayaan Islam di Irak abad ke-8 hingga 11 M, teori yang digunakan saat itu adalah teori Geosentris,” ulas Faidal.

“Di mana dengan adanya teori itu dinyatakan bahwa bumi yang kita tempati adalah diam tidak bergerak, yang bergerak itu adalah matahari, bulan, dan bintang-bintang yang semuanya tertib mengelilingi bumi dari arah timur ke barat,” sambungnya.

Kemudian, ia menegaskan, pada abad ke-12 M, muncullah tokoh-tokoh ilmu Falak seperti Syaikh At-Thusi, Ibnu Syathir, dan lainnya yang mereka mempunyai pandangan bahwa bumi yang ditempati ini tidak tinggal diam. “Melainkan bumi kita ini berputar dan berevolusi layaknya planet-planet lainnya tertib mengitari matahari Heliosentris,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan, terkait jarak matahari ke bumi dan bulan. Menjadi penting diketahui oleh umat Islam yang notabanenya tidak menggeluti ilmu Falak.

“Kalau dari titik pusat bumi, jarak matahari ke permukaan bumi rata-rata kurang lebih 149 Juta KM. Sedangkan jarak bulan ke permukaan bumi rata-rata kurang lebih 384.000 KM,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini, juga membeberkan alasan terkait tidak perlunya umat Islam merukyat matahari ketika ingin berbuka puasa.

“Seperti yang diketahui, perjalanan semu harian dan tahunan matahari adalah Constan (ejeg). Dari itu, ketika seorang hasib ingin menentukan mawaqit ibadah seperti awal waktu shalat, maka dia dapat menentukan perjalanan semu hariannya dengan bantuan buku-buku Zij (tabel data astronomi matahari),” terangnya.

“Data itu sesuai dengan perjalanan semu hariannya. Sehingga ketika dia akan shalat, atau berbuka puasa, dia tidak perlu memperhatikan posisi matahari dengan cara merukyatnya langsung. Tetapi dia cukup memperhatikan dengan hasil hitungannya sendiri,” sambungnya.

Di akhir penyampaiannya, dirinya berharap kepada Nahdliyyin untuk mempelajari ilmu Falak sebagai pedoman untuk mawaqit ibadah.

“Jika sekiranya bisa, upayakan pelajari ilmu Falak yang semakin langka ini, lebih-lebih dalam melakukan ibadah. Karena dengan ilmu ini, kita dapat menentukan mawaqit ibadah secara pasti tanpa harus merukyat,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga