Pasongsongan, NU Online Sumenep
Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Ke-42, Ikatan Santri Pantai Utara (Iksaputra) Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk menyantuni dhuafa. Kegiatan ini bertajuk ‘Iksaputra Peduli’, Senin (04/04/2022) di Desa Soddara, Pasongsongan, Sumenep.
“Kegiatan yang dikemas dengan santunan dhuafa ini dan safari alumni di masing-masing daerah bertujuan untuk meringankan beban dhuafa serta mempererat tali silaturahim antar pengurus dan juga alumni,” kata Novita Robbaniyah, Ketua Iksaputra itu.
Menurut Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk ini, santunan diberikan kepada 3 orang dhuafa di desa tersebut. “Santunan yang kami berikan berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako), seperti jamu, kurma, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Zulfiyah selaku Pengurus Dewan Perwakilan Anggota (DPA) Iksaputra menyatakan, kaum dhuafa patut diperhatikan.
“Hidup mereka seperti itu bukan terjadi dengan sendirinya tanpa ada faktor yang menjadi penyebab. Adanya dhuafa telah menjadi realitas dalam sejarah kemanusiaan, sama halnya dengan keberadaan kaum aghniya yang memiliki kelebihan dan kelapangan. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT,” terangnya.
Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu menambahkan, manusia hidup di bumi ini atas kehendak-Nya.
“Adanya kaum dhuafa di satu sisi dan aghniya di sisi lain, juga tidak dapat dilepaskan dari kekuasaan-Nya. Harus dipahami bahwa kaum dhuafa bukanlah orang yang diciptakan menderita, Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi untuk mewujudkan kesejahteraan. Dengan demikian, manusia itu sendirilah yang harus berusaha mewujudkan kesejahteraan mereka,” jelas santri asal Soddara, Pasongsongan itu.
Pengurus Syu’bah Al-Lughah Al-Arabiyah Lubangsa Putri ini juga menegaskan, derita kaum dhuafa beraneka ragam bentuk dan coraknya, mulai bentuk yang ringan hingga yang berat.
“Namun, sekurang-kurangnya penderitaan mereka menyangkut lima hal yang secara nyata terjadi pada masyarakat. Di antaranya yaitu ekonomi yang rendah, kekurangan gizi, kekurangan pangan dan kurang mengenyam pendidikan,” tegasnya.
Dirinya juga berharap, agar santunan yang telah diberikan bermanfaat bagi mereka ke depan. Sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian Iksaputra selama ini dan bentuk kepedulian terhadap dhuafa.
“Selain ucapan rasa syukur atas keberhasilan Iksaputra, kami menyertakan permohonan sambung doa kepada mereka agar Iksaputra semakin baik ke depannya,” harapnya..
Kegiatan Iksaputra Peduli dengan santunan kaum dhuafa akan berlanjut pada beberapa hari berikutnya yaitu di Desa Mandala dan Matanair, Kecamatan Rubaru. Desa Beringin dan Batu Belah Barat, Kecamatan Dasuk. Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten.
Editor : Firdausi

