Image Slider

Kiai A’la Dorong Alumni Annuqayah Latee Teladani Keikhlasan Kiai Sajjad

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee, KH. Abd. A’la mendorong kepada seluruh alumni untuk meneladani sifat KH. Abdullah Sajjad. Utamanya sifat ikhlas yang senantiasa menghiasi di setiap perjuangannya.

Hal demikian disampaikan Kiai A’la saat mengisi Halaqah dan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee (IKA P2AL). Kegiatan itu dipusatkan di Mushala Rayon KH. Ahmad Basyir AS, Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (14/05/2022).

Diceritakan Kiai A’la, salah satu bukti dari bentuk keikhlasan yang ditanamkan oleh Kiai Sajjad ialah saat bersedia diajak pasukan Belanda ke markasnya. Ia juga ikhlas tanpa didampingi seorang pun santrinya yang seyogyanya sangat bersedia mendampingi Kiai Sajjad.

“Inilah bentuk nyata dari keikhlasan yang ditanamkan Kiai Sajjad semasa hidupnya,” ungkapnya.

Sisi lain dari sifat keikhlasan KH. Abdullah Sajjad yang perlu diteladani saat pernah terpilih menjadi Kepala Desa Guluk-Guluk atas permintaan masyarakat. Kiai Sajjad ikhlas menerima amanah tersebut meski memikul tanggung jawab yang berat.

“Hal ini juga menunjukkan bahwa ia turut berjuang dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” dawuhnya.

Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu pun mendorong kepada alumni untuk senantiasa menjadikan sifat ikhlas sebagai dasar dalam berkhidmah. Termasuk saat dipercayai mengemban amanah ketua organisasi alumni.

“Semua pihak hendaknya ikhlas. Ikhlas mengabdi dan membantu yang terpilih. Maka, perlu dilakukan istikharah sebagai ikhtiar melepaskan kepentingan beberapa pihak, bahkan dari pihak pesantren sendiri,” pintanya.

Bila ada beberapa pihak yang belum ikhlas, baik yang terpilih atau pun tidak terpilih, menurut Kiai A’la dapat dikatakan belum benar-benar menjadi santri Kiai Abdullah Sajjad.

Majelis Masyayikh Kementrian Agama Republik Indonesia itu menambahkan, bahwa dalam meneladani KH. Abdullah Sajjad dirinya mencoba melihat dari KH. Ahmad Basyir AS. Terutama terkait beberapa hal yang diteladankan oleh Kiai Ahmad Basyir semasa hidup.

“Meskipun tidak sama terkait keilmuannya, tapi dari tingkah laku dan sanad keilmuan memiliki kemiripan,” ujar Kiai A’la.

Ia menegaskan, bahwa hal ini perlu ditulis atau disampaikan ke banyak pihak. Bila tidak, maka sangat mungkin dibelokkan oleh beberapa orang yang memiliki kepentingan tertentu.

Di akhir penyampaiannya, Kiai A’la berharap setelah kegiatan Mubes, akan banyak dilakukan kajian-kajian yang lebih serius terkait sosok KH. Abdullah Sajjad.

“Untuk meneladani KH Abdullah Sajjad, mari santri-santri senior yang masih hidup diwawancarai guna perbendaharaan referensi yang lebih luas,” pungkasnya.

Halaqah yang dipandu langsung oleh H. Asy’ari Khatib itu mengusung tema “Meneladani Sang Syahid KH. Abdullah Sajjad sebagai Guru Bangsa dan Agama”. Turut hadir dalam acara tersebut Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah Latee serta seluruh alumni lintas generasi.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga