Image Slider

Berikut Etika Berzikir pada Allah

Salah satu amaliyah yang sering dilakukan oleh warga NU adalah berzikir. Berzikir dimaknai sebagai metode untuk membersihkan dan mencapai kehadiran Allah. Semakin istiqamah berzikir, maka seseorang bertaqarrub, ingat kepada Allah dan kuat imannya.

Dalam praktiknya, berzikir tidak lepas dari wiridan atau membaca kalimat-kalimat pujian (thayyibah) atau menyebut nama Allah secara berulang-ulang.

Berzikir secara berjamaah hukumnya sunnah. Sebagaimana nabi berkata.

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوْا يَذْكُرُوْنَ اللهَ لَا يُرِيْدُوْنَ بِذَالِكَ إلَّا وَجْهَهُ تَعَالَى إلَّا نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُوْمُوْأ مَغْفُوْرًا لَكُمْ –أخرجه الطبراني

Artinya : Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir dan tidak mengharap kecuali ridla Allah kecuali malaikat akan menyeru dari langit: Berdirilah kalian dalam keadaan terampuni dosa-dosa kalian. (HR Ath-Thabrani)

Orang berzikir, mengharap rahmat, ampunan, perlindungan dari hari kiamat, dan ketenangan hidup. Oleh karenanya, ulama mengibaratkan orang yang hidup ruhaninya. Namun sebelum berzikir, Nahdliyin harus memperhatikan etika atau sopan santun, antara lain.

1. Merendahkan diri dan tidak boleh takabur.

2. Mengkhusyukkan hati dan tidak lalai.

3. Meniatkan untuk menambah keimanan.

4. Memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga