Kota, NU Online Sumenep
KH Imam Hendriyadi, Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep meminta untuk merekonstruksi paradigma ber-NU, utamanya dalam rangka peringatan 1 Abad NU. Karena kewajiban pengurus dan Nahdliyin menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah, baik dalam aqidah, syariah dan akhlak.
“Aswaja sebagai paradigma, setidaknya untuk mereferensi pemikiran kita pada pemikiran ulama salafiyyun, seperti memaknai ayat mutasyabbihat tetap kokoh pada ulama Aswaja. Karena di luar ada firqah Muktazilah, Jabariyah, Qadariyah, Khawarij, dan Syiah,” ujarnya saat memberi pengarah di acara Bahtsul Masail yang dihelat di aula Kemenag Sumenep, Ahad (08/01/2023).
Aswaja sebagai harakah, kata dia, tak boleh diam, karena yang lain bergerak. Setidaknya menjadi penyeimbang bagi kelompok lain yang berusaha menggerus Aswaja an-Nahdliyah.
“Aswaja kita sebagai amaliyah yaumiyah. Tidak semua perilaku Rasulullah diikuti. Amaliah shalat wajib dan sunnah, tradisinya tahlil dan shalawat yang mestinya dijaga. Jika demikian, maka orang lain akan sulit menembus kita,” pungkasnya.

