Kota, NU Online Sumenep
Kiai Hantok Sudarto, Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kota menyatakan, ziarah kubur merupakan sunnah (tradisi, perilaku) Rasulullah SAW. Beliau benar-benar melakukannya sendiri ketika masih hidup dan mengajari sahabatnya tentang tata cara berziarah yang benar.
Pernyataan ini disampaikan saat mengisi pengajian kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah yang membahas tentang ziarah kubur, Rabu (10/05/2023) di kediaman Abdur Rahim di Desa Desa Paberasan, Kecamatan Kota.
“Jika ada orang yang bertanya soal dalil ziarah kubur. Maraji’nya terdapat dalam hadits Qauli dan Fi’li. Di sana dijelaskan bahwa Rasulullah ziarah kubur di.Baqi,” ucapnya pada jamaah Lailatul Ijtima yang dihelat oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Paberasan.
Selanjutnya, ia mengajak pada jamaah agar membiasakan pada generasi milenial untuk ziarah ke makam leluhurnya. Tujuannya, agar generasi penerus itu tahu etika dan tata cara ziarah kubur perspektif nabi. Selain itu, mengajari mereka bahwa perbedaan yang ada di jagat maya tidak disikapi dengan tegang.
“Ajarilah anak-anak kita bahwa ziarah kubur bagian dari penghormatan pada leluhur yang telah mendahului. Selain mengajari mereka tidak takur ke kuburan, mereka akan mengenal bacaan-bacaan lumrah dibaca dalam sebuah tahlil,” pungkasnya.
Seperti biasa, acara lailatul ijtima diawali dengan tawasul, pembacaan surat Yasin, tahlil, ngaji kitab, kemudian diparipurnai dengan membaca surat ditutup Al- ‘Asr.

