Gapura, NU Online Sumenep
Polemik reklamasi laut di Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep tak kunjung menemukan titik penyelesaian. Hal ini pun membuat Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq merasa prihatin.
Bentuk keprihatinan itu, beliau tunjukkan dengan turut menghadiri Istighotsah Kubro yang digelar dalam rangka menjaga keselamatan lingkungan, di Masjid Zainal Abidin Dusun Tapakerbau, Sabtu, (27/05/2023).
Kiai Pandji, sapaan lekatnya, berharap persoalan yang melibatkan warga dengan pemerintah desa setempat ini segera selesai. Dengan istighotsah kubra yang dihadiri para ulama khas Sumenep itu bisa membangkitkan spirit perdamaian.
”Karena kan semua ini bersaudara. Masyarakat Tapakerbau, masyarakat Gersik Putih semua ini bersaudara. Insya Allah, kalau didekati dengan rasa persaudaraan dan sehati akan selesai. Kita doakan semuanya agar selamat,” katanya saat ditemui usai acara Istighotsah Kubro.
Ditanya soal Pemkab Sumenep yang terkesan tidak responsif menyikapi masalah reklamasi laut di Gersik Putih, Kiai Pandji lantas menjawabnya dengan berseloroh.
”Tidak mungkin lah, Pemerintah membiarkan [masalah Gersik Putih]. Mungkin Pemerintah tidak dengar, mohon kawan-kawan diberi tahu ya Pemerintah kita,” ucapnya.
Kiai Pandji lantas meyakini bahwa Pemkab Sumenep akan responsif bila mengetahui masalah tersebut. Karenanya ia meminta kepada semua pihak untuk menyampaikan kabar tentang polemik tersebut kepada jajaran Pemkab Sumenep.
”Kalau mereka tahu, Insya Allah akan turun tangan karena mereka tidak tahu saja. Tolong disampaikan ya, kepada Pemerintah,” tandasnya.
Pasalnya, polemik reklamasi laut ini ditolak keras oleh warga karena di kawasan tersebut merupakan sumber mata pencaharian mereka. Ragam jenis biota laut tersedia dan telah sejak lama memberikan kemakmuran bagi warga setempat.
Tak hanya itu, warga juga menentang reklamasi untuk pembangunan tambak garam karena telah menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimana kawasan tersebut merupakan pantai dan laut yang dilindungi. Sehingga dinilai bisa merusak lingkungan bila tetap dilanjutkan.
Namun, pemerintah desa tetap bersikukuh melanjutkan pembangunan tambak garam itu dengan berpegang teguh kepada Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sudah dikantongi pemilik sejak lama. Konflik pun kian memanas hingga berbagai upaya penolakan dilakukan. Mulai dari audiensi, demonstrasi hingga doa bersama.
Kini, warga Dusun Tapakerbau Desa Gersik Putih menggelar istighotsah kubra bersama ribuan warga lainnya. Hal itu sebagai upaya kesekian kalinya yang dilakukan untuk menolak reklamasi laut.
Sejumlah ulama khas Sumenep turut hadir. Di antaranya KH. Thaifur Ali Wafa pengasuh Pondok Pesantren Assadad, Ambunten. Rais Syuriah PC NU Sumenep KH Hafidzi Syarbini, Ketua PC NU Sumenep KH Panji Taufiq, KH Imam Hendriyadi, dan sejumlah Kiai NU se Timur Daya seperti KH Fawaid Baidlowi, KH Ali Mukafi, KH. Hatim Al-Ashom, dan KH. Syarbini.
Dalam istighosah itu juga dilakukan penandanganan ‘Maklumat Takerbuy 2023’ untuk Keselamatan dan Lingkungan oleh sejumlah Kiai. Diikuti pula dengan tandatangan ribuan warga yang turut hadir.
Editor: A Habiburrahman

