Image Slider

Wakil Rais NU Sumenep Imbau Mahasantri Kuasai Bahasa Inggris dan Arab

Lenteng, NU Online Sumenep

Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Imam Hendriyadi menhimbau pada mahasantri agar menguasai multi bahasa. Minimal menguasai bahasa Arab dan Inggris. Karena di era digital ini, seluruh manusia dihadapkan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Pernyataan ini disampaikan saat memberikan orasi kebangsaan di acara penutupan Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKM) Posko VI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep di Desa Cangkreng, Lenteng, Kamis (31/08/2023) di balai desa setempat.

Menurut Kiai Hendri, setidaknya ada 3 hal yang harus menjadi karakter mahasiswa, antara lain, banyak membaca, banyak menulis, dan banyak berdiskusi. Berdiskusi, lanjutnya, akan membentuk otak seseorang lebih kritis dan sistimatis dalam berpikir.

Dosen STITA ini menjelaskan, setidaknya ada tiga persoalan yang diamanatkan perguruan tinggi. Pertama, kapasitas akademik, yaitu kemampuan mahasiswa di bidang ilmu pengetahuan. Kedua, penelitian, bahwa seorang mahasiswa meneliti hal-hal yang membawa kemaslahatan. Artinya, penelitian tidak sekedar mencermati persoalan, tetapi masalah itu diidentifikasi dan dicarikan solusi.

“Ketiga, pengabdian, bahwa ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan harus dipraktikkan dalam kehidupannya. Maksudnya, menyeimbangkan antara teori dan praktik. Termasuk ikhtiar yang dilakukan oleh mahasiswa di kegiatan KPM di Desa Cangkreng,” ungkap kiai yang diamanahi sebagai pengasuh Pondok Pesantren Alifadlah ini.

Sebelum orasi dimulai, Ketua STITA Sumenep Fathorrahman mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga Cangkreng secara umum.

“Terima kasih atas sambutan warga Cangkreng dan maafkan mahasiswa kami jika ada yang kurang berkenan,” ucapnya saat memberi sambutan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Posko VI Rusdi El Umar yang menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi seluruh warga Cangkreng. Begitu juga ungkapan permohonan maaf bila terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Menyikapi sambutan tersebut, Kepala Desa Cangkreng Halili juga menyampaikan hal yang sama, yakni ucapan terima kasih dan permohonan maaf bila mana terdapat kesalahan.

“Pengabdian pada masyarakat bagian dari nilai-nilai perkuliahan sehingga dari kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan giat kemasyarakatan yang lebih berkualitas bagi mahasiswa,” tuturnya.

Turut hadir dalam penutupan KPM, yaitu seluruh perangkat desam tokoh masyarakat, kepala sekolah, Badan Otonom (Banom) NU. Acara diparipurnai dengan pemberian cindera mata kepada kepala desa, kepala sekolah, maupun tokoh masyarakat lainnya.

Pewarta: Rusli

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga