Image Slider

Khidmah Konfercab NU Sumenep 2025, Sumbang Rp50 Juta untuk PP Annuqayah Latee

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Sumenep Tahun 2025 resmi dibubarkan. Di momen itu, panitia menyerahkan donasi sebesar Rp50 juta kepada Shahibul Bait Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, sebagai bentuk apresiasi dan khidmah atas penggunaan lokasi selama kegiatan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Pengasuh, KH Ainul Yaqin, dalam acara pembubaran panitia yang digelar di Maqbarah KH Ahmad Basyir AS, PP Annuqayah Latee, Sabtu (20/12/2025).

Donasi tersebut merupakan hasil Gerakan Koin Konfercab NU Sumenep Tahun 2025 yang dilaksanakan sebelum dan selama pelaksanaan Konfercab.

Ketua Panitia Pelaksana Konfercab NU Sumenep 2025, Kiai A Kurdy Khan, menjelaskan bahwa gerakan koin tidak semata-mata ditujukan untuk penggalangan dana, melainkan sebagai sarana konsolidasi dan penguatan barisan jam’iyah.

“Gerakan koin ini bukan sekadar mencari uang, tetapi memperkuat konsolidasi warga NU hingga ke akar rumput. Agar Konfercab benar-benar menjadi gawainya jam’iyah, bukan hanya agenda pengurus cabang,” ujar Kiai Kurdy.

Kiai Kurdy merinci bahwa donasi Rp50 juta tersebut diserahkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp20 juta telah diserahkan sebelumnya, sementara Rp30 juta diserahkan secara siimbolis pada acara pembubaran panitia, sehingga total donasi yang diterima shahibul bait mencapai Rp50 juta.

Dana tersebut, menurut Mantan Bendahara PCNU Sumenep itu, diperuntukkan bagi perbaikan dan pemeliharaan fasilitas pesantren, khususnya lokasi-lokasi yang digunakan selama rangkaian kegiatan Konfercab NU Sumenep 2025.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral panitia kepada shahibul bait yang telah membuka pintu dan memfasilitasi Konfercab. Semoga membawa keberkahan bagi pesantren dan jam’iyah,” imbuhnya.

Khidmah kepada Pesantren

Menurut Kiai Kurdy, kontribusi tersebut juga menjadi wujud nyata bahwa NU menempatkan pesantren sebagai pusat perjuangan dan khidmah.

“Pesantren adalah rumah besar NU. Sudah sepatutnya kegiatan besar NU meninggalkan jejak kebaikan bagi pesantren yang menjadi tuan rumah,” katanya.

Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga NU yang telah berpartisipasi dalam gerakan koin, baik di tingkat cabang, MWCNU, ranting, hingga warga nahdliyin di akar rumput.

“Tanpa dukungan warga NU, gerakan ini tidak mungkin berhasil. Semoga setiap koin yang terkumpul menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” pungkasnya.

Konfercab NU Sumenep 2025 sebelumnya digelar di kompleks Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk dan diikuti oleh peserta dari MWCNU se-Kabupaten Sumenep, badan otonom, lembaga NU, serta para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama.

Terakhir, Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pesantren atas ketidaksempurnaan kinerja para panitia. Baik dari segi menejerial, komunikasi hingga kerja-kerja teknis.

“Sedianya kami ingin meminta maaf atas kekurangan dan kekhilafan. Juga terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi semua pihak, baik pesantren, panitia lokal dan masyarakat yang telah berjasa untuk Konfercab ini,” tandasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga