Image Slider

Lewat Film “Pesta Babi”, Kopri PMII Sumenep Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Sumenep, NU Online Sumenep

Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Cabang Sumenep berkolaborasi dengan sejumlah komunitas dan organisasi menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang dilanjutkan dengan diskusi publik di Aula Universitas PGRI Sumenep, Ahad (24/5/2026).

Kegiatan tersebut terselenggara bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Komunitas Rumah Kita (KRK), IBP Sumenep, Yasanda Media, dan Setara Perempuan sebagai ruang refleksi bersama terkait persoalan lingkungan, investasi, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis, komunitas perempuan, hingga masyarakat umum tampak antusias mengikuti pemutaran film dan forum diskusi yang berlangsung interaktif.

Film dokumenter Pesta Babi mengangkat realitas konflik agraria dan kerusakan lingkungan akibat ekspansi industri serta investasi yang dinilai semakin mengancam ruang hidup masyarakat.

Dalam sesi diskusi, perwakilan KPI Cabang Sumenep, Nunung Fitriana, menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan sektor agraria di tengah masifnya arus industrialisasi. Menurutnya, persoalan lingkungan dan ruang hidup masyarakat perlu menjadi perhatian bersama agar tidak semakin tergerus oleh kepentingan industri.

Sementara itu, jurnalis Mongabay Indonesia, Moh. Tamimi, mengajak peserta memahami persoalan lingkungan melalui perspektif jurnalistik. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terhadap isu-isu ekologis.

“Melalui jurnalistik lingkungan, kita belajar memahami bagaimana kerusakan alam tidak hanya menjadi persoalan alam semata, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial masyarakat. Penting bagi generasi muda untuk peka dan kritis terhadap isu lingkungan di sekitar,” jelasnya.

Pemateri lainnya, Moh. Roychan Fajar, menilai bahwa persoalan lingkungan yang terjadi saat ini merupakan masalah struktural yang saling berkaitan.

“Masalah lingkungan adalah masalah struktural. Apa yang terjadi hari ini di Sumenep juga terjadi di wilayah lain. Semakin masif investasi untuk menunjang proyek-proyek industrial, berarti semakin kuat kolonialisasi dan marginalisasi terhadap masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti watak kapitalisme yang menurutnya cenderung predatoris karena terus melakukan privatisasi, penguasaan, dan ekspansi terhadap ruang hidup masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Kopri PMII Sumenep bersama seluruh lembaga kolaborator berharap muncul kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan, hak-hak masyarakat, dan keberlanjutan ekologi.

Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis terhadap berbagai kebijakan yang berdampak pada kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga