Image Slider

Pengurus PCNU, Sampaikan Wasiat KH Ali Maksum Pada Kader IPNU-IPPNU Manding

Manding, NU Online Sumenep

Nahdlatul Ulama (NU) bukan menjadi peyangga kepentingan elit kekuasaan dalam berbagai bentuknya. Tetapi NU hadir untuk mendorong penguatan masyarakat secara sosial dan kebangsaan lewat Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU.

Penegasan ini disampaikan oleh Ustadz Rudi Hartono di acara pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Manding di Pendopo, Ahad (27/12/2020).

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut menyampaikan dalam sambutannya bahwa, pelajar NU harus bisa melakukan lima hal, sebagaimana diamanahkan oleh KH Ali Maksum.

“Pertama al-‘Ilmu wa at-Ta’allum bi nahdlatil ‘ulama. Pelajar NU wajib mengetahui dan mempelajari materi ke-NU-an. Apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dikerjakan oleh kader harus sesuai dengan AD-ART NU dan sesuai dengan PD-PRT IPNU-IPPNU,” ungkapnya saat memberikan pengarahan.

Kemudian yang kedua adalah al-‘Amalu bi nahdlatil ‘ulama. Maksudnya, para pelajar harus mengamalkan ajaran NU.

“Jadilah kader yang mampu mengamalkan dan menampilkan ajaran NU dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi uswah bagi pelajar lainnya. Kalian jadi pengurus merupakan amanah, maka dari itu kalian harus bisa menjadi pengurus yang baik, sehingga bisa memberi manfaat dan maslahat untuk orang banyak,” harapnya.

Wakil Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Manding tersebut menjelaskan yang ketiga. Adalah al-Jihadu bi nahdlatil ‘ulama atau berjuang bersama NU.

“Kader IPNU-IPPNU harus berjuang mempertahankan, melestarikan, dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah,” tegasnya saat mendoktrin pengurus baru.

Selanjutnya yang keempat adalah ash-Shabru bi nahdlatil ‘ulama, yang artinya sabar dalam perjuangan bersama NU. Generasi muda NU yang didominasi oleh generasi milenial, harus saling menguatkan satu sama lain.

“Dalam perjuangan pasti akan ada aral dan rintangan yang kita hadapi. Namun apabila tekad kita sudah kuat dan berusaha untuk selalu sabar dan menghibur diri dengan perjuangan, insya Allah semuanya akan mampu kita lalui dengan baik,” terangnya sembari melemparkan senyum di podium.

Majelis Alumni IPNU Sumenep tersebut menyebutkan yang terakhir. Adalah ats-Tsiqatu bi nahdlatil ‘ulama, yakin sepenuhnya terhadap perjuangan NU.

“Pengurus harus yakin 100% bahwa apa yang diperjuangkan NU adalah benar dan program-program NU adalah untuk kemaslahatan umat. Oleh karena itu, kita harus satu komando dalam perjuangan ini. Apabila Pimpinan Pusat (PP) mengatakan A, maka kita semua harus mengatakan A, mulai dari Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang (PC), PAC, Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK), dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT),” ujarnya. Jika demikian, maka ke depan akan semakin baik, imbuhnya.

Di akhir sambutannya, dirinya menegaskan bahwa, ujung tombak penerus estafet perjuangan dan kepemimpinan NU di masa yang akan datang adalah pelajar dan pemuda.

“Jadilah kader yang profesional. Maksudnya, jangan artikan profesional sebagai pekerjaan, melainkan proses pengkhidmatan yang sesungguhnya. Sebab NU bukan tujuan (maqasid), melainkan hanya media (wasilah),” tandasnya yang disambut tepuk tangan oleh audien.

Hadir dalam acara tersebut Polsek Manding, Ketua dan Sekretaris PC IPNU-IPPNU Sumenep, pengurus IPNU-IPPNU se-Kabupaten Sumenep, Banom dan Lembaga MWCNU.

Pewarta: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga