Ganding, NU Online Sumenep
Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kecamatan Ganding menggelar Haul Gus Dur yang ke-11, di Kantor Sekretariat IKA PMII Kecamatan Ganding.
Kegiatan yang bertajuk Haul Akbar Gus Dur ini menghadirkan K. M. Faizi, sastrawan sekaligus Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding, lembaga dan badan otonom (banom) di bawah naungan MWCNU Ganding. Selain itu hadir pula, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Ganding dan tokoh masyarakat setempat.
Hadrah Al-Banjari dari Jamiyah Sholawat Syifa El-Qalby Ar Rahman, Sumber Padang, Gadu Timur, ikut serta memeriahkan di pra acara seremonial. Kemudian sebagai pembuka, dilanjutkan dengan istighatsah yang dipimpin oleh K. Qusyairi Zaini, Penasehat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Madura.
Joko Suhardi, Ketua Pengurus Cabang (PC) IKA PMII Sumenep, bahwa acara tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi instansi lain, dan juga sebagai bentuk kembalinya IKA PMII ke rangkulan NU.
“IKA PMII Kebupaten Sumenep sangat mengapresiasi terhadap kinerja dan kontribusi semua pihak yang telah berupaya menyukseskan acara ini. Ini semua tidak lain sebagai satu kesadaran yang terbangun bahwa PMII harus kembali ke pangkuan NU,” tegasnya dalam sambutan.
Lebih jauh, Joko Suhardi juga menyampaikan tentang kisah-kisah inspiratif dari Gusdur yang harys menjadi pelajaran penting untuk semua kalangan, terutama bagi Nahdliyyin, yaitu: kesederhanaan dan kecerdasan diri yang melekat pada kepribadian seorang Cucu Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari itu.
“PMII dan Gusdur memiliki banyak sekali kesamaan, terutama dibidang kecerdasan. Sudah seharusnya kader-kader PMII dan khususnya alumni-alumni PMII ini memiliki kepribadian layaknya beliau,” pintanya kepada seluruh hadirin.
Sebelum acara di akhiri, Kiai Faizi, membacakan satu puisi, yang diiringi dengan musikalisasi. Sesekali juga bercerita tentang kisah-kisah inspiratif tentang Gusdur.
Pewarta : Nida Emilia Dusturia
Editor : Ibnu Abbas

