Image Slider

Puisi-puisi Musyfiqil Ramdhani*

ZIKIR

ku peluk pagi

Kuhirup wangi kopi

Kulupa sejenak bau tubuh

Yang hinggap di zikirku malam tadi.

PENDOSA

Rentan sudah tubuh ini

Tinggal tulang berjalan

Beribu sesat dilakukan lupa akan pembalasan

Hidup rasa mati,temaram menunggu tuhan

menjemput untuk pulang.

 

HIKAYAT MAUT

 

Lengking gagak hinggap mengutuk bayang

Menyumpahi usia lekas senja

 

RITUAL NYONYONSON

 

1/

 

Senja menjelang petang

Terbuka Jumat sakral

Arwah leluhur menyapa hati

Dengan doa paling sunyi ku persembahkan

 

2/

Selanjutnya ritual dhupa

Membakar hati yang kerap lupa

Siapa aku dan siapa leluhur dalam kubur

Ku awankan asapnya

Pada pintu-pintu sampai celah jendela

Sebagai tanda pengantar jiwa mengingat mereka

Melalui doa

 

3/

Dhupa mengasap sampai hidung

Leluhur tercium sampai dada

Ia pasti bahagia cucu merawat dengan doa.

 

RITUAL LAMARAN

 

1/

Terik hari lelaki itu bersiap

Berbaju apik berawak tegap

Bersama keluarga mobil melesat menuju pelabuhan

Di perjalanan tak hentinya merapal harap

Supaya tak gugup serta lancar segala pesta

 

2/

Apakah kau tahu, lelaki desa seberang

Bertamu di pulaumu mengecap asin pada laut

Menuai permata pada beriak mencicipi jamuan pertunangan

 

3/

Di masjid sederhana samping rumah mertua

Ia timba air tanahmu membasuh muka harap luntur bersama dosa

Menyembah kuasa dengan syukur sebab di impi telah terkabul

Saat hari mulai senja

Lelaki itu pulang ke seberang menuju pelabuhan

Antrian panjang menyita sembahyang.

*)Lahir di Gapura, Sumenep, pada 04 Desember 2002. Santri aktif PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif menulis di Forum Kepenulisan KOMPAS (Komunitas Menulis Pasra), MATA PENA, dan berdiam di Kamar Literasi (B/16).

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga