Nonggunong, NU Online Sumenep
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sokarame Timur Kecamatan Nonggunong Sapudi peringati Nuzulul Qur’an dengan Dialog Keagamaan pada Sabtu, (2/5/2021) di Masjid Soroken Sokarame Timur Selatan.
Kegiatan bertajuk “Jadikan Momentum Bulan Ramadlan sebagai Refleksi Diri untuk Menjemput Fitrah yang Haqiqi” ini menurut Bahrul Ulum bertujuan untuk saling mengenal dan memahami sehingga tumbuh rasa empati dan kasih sayang antar sesama.
Menurut Ketua PR GP Ansor Desa Sokarame Timur itu agama yang dipeluk seseorang bukan persoalan untuk bisa berinteraksi dengan yang berbeda keyakinan. Saling menyalahkan adalah satu tindakan yang dapat merusak tatanan kebangsaan yang utuh.
“Pemahaman yang seperti itu biasanya bukan terletak pada sumber ajarannya, tapi pada penyerapan dan penafsiran ajarannya. Maka dari itu kita perlu diskusi tentang Keagamaan. Agar kita tidak mudah saling menyalahkan satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Nonggunong, Imam Sibawi mengatakan bahwa selain untuk menumbuhkan toleransi beragama juga bertujuan untuk menambah wawasan keagamaan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah an-Nahdliyah yang menurutnya saat mulai mulai mengalami degradasi.
“Saat ini fakta di lapangan, kalangan pemuda sudah mulai menjauh dan jarang sekali paham dengan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah an-Nahdliyah. Karena itu, kegiatan ini menjadi sangat penting,” tandasnya.
Selain itu, dirinya berharap agar momentum Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya hal itu tidak kalah penting mengingat Al-Qur’an merupakan panutan.
Ustadz Syarif Hidayatullah, dari Pengurus Ikatan Santri Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, yang bertindak sebagai narasumber Dialog Keagamaan itu bersama pemuda setempat secara mendalam membahas tentang agama dalam perspektif NU, kalangan santri dan tokoh agama di masyarakat.
Pewarta: Faruq
Editor: Abdul Warits

