Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pada momentum ramadhan kali ini, Angkatan Muda Alumni Latee atau AMAL melaksanakan silaturahim untuk pertama kalinya. Silaturahim yang sekaligus dilakukan Buka Bersama ini dipusatkan di Kediaman K. Ali Makki, di Pondok Pesantren Raudlah Najiyah, Lengkong Bragung Guluk-Guluk Sumenep, Jum’at (07/05/2021).
Hadir dalam kesempatan ini Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee K. Ainul Yaqin, K. Qusyairi Pengasuh Pesantren Raudlah Najiyah, K. Abu Sairi, K. Homaidi dan K. Faza Binal Alim, alumni Pesantren Annuqayah Latee yang sekaligus Dewan Pengasuh Pesantren Raudlah Najiyah. Selain itu, hadir pula Ustadz Hasan Bashri Sekretaris Ikatan Santri Alumni Annuqayah Latee (ISAAL).
K. Ali Makki dalam sambutannya menuturkan, bahwa AMAL merupakan wadah silaturahim bagi para alumni yang memiliki semangat muda untuk tetap mengabdi dan berkhidmat kepada Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk Sumenep. Serta tetap memiliki komitmen kuat untuk terus berkhidmat kepada Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee.
Koordinator Umum AMAL ini menambahkan, bahwa tujuan terbentuknya AMAL adalah sebagai wadah silaturahim antara alumni dengan pesantren dan secara khusus juga dengan masyaikh. Selain itu juga merupakan bentuk kesiapan para alumni muda untuk selalu mengabdi dan berkhidmat kepada pesantren dan masyaikh.
“Bahkan pula, siap menerima dan mengerjakan segalam macam hal yang diperintahkan oleh pesantren, lebih-lebih masyaikh,” jelas Lulusan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) ini.
Terkait legalitas, K. Ali menyebutkan, bahwa sudah mendapatkan restu dari Pengasuh. “Bahkan menjadi suatu hal yang dapat menyejukkan panggelien (lubuk hati) beliau,” tuturnya.
Oleh karena itu, dirinya pun mengajak kepada teman-teman Alumni Muda Pondok Pesantren Annuqayah Latee untuk membangun koordinasi dengan para alumni di daerah masing-masing, demi tercapainya tujuan sebagaimana maksud di atas.
“Mari kita bersama-sama membangun koordinasi dan merapatkan barisan bersama alumni lainnya,” ajaknya.
Sementara itu, K. Ainul Yaqin menyambut baik dan mendukung sepenuhnya dengan adanya gerakan atau komunitas alumni muda ini. Karena bagaimana pun, menurut K. Ainul Yaqin, seorang santri akan tetap menjadi santri, dimana pun ia berada.
“Dimana pun ia berada, yang namanya santri tetap menjadi sesosok santri,” ungkap Kiai Nunung, begitu ia karib disapa.
Kiai Nunung pun menyebutkan, bahwa bentuk pengabdian seorang santri ke pesantren seyogyanya tidak hanya sekedar dengan ucapan, akan tetapi juga harus dengan tindakan atau perbuatan.
“Salah satu contohnya ialah dengan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan alumni, baik kegiatan yang memiliki dampak langsung ke pesantren ataupun tidak,” pungkasnya.

