Oleh: Lukmanul Hakim
Surga di telapak kaki ibu, restu berada di tangan ayah. Ini mungkin gambaran khususnya bagi anak perempuan dan dalam ajaran Islam. Restu ayah penting di pelaminan.
Di Indonesia sendiri, Hari Ayah yang diperingati setiap 12 November itu muncul dan lahir karena prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).
Dalam catatan sejarah, peringatan hari ayah awalnya berasal dari peringatan Hari Ibu di Solo, Jawa Tengah, yang mengadakan sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Di luar dugaan, di akhir acara, para peserta mengajukan pertanyaan yang membuat panitia terkejut, “Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.”
Berbicara tentang ayah pada umumnya, mungkin adalah sosok yang tidak begitu diekspose dalam setiap keluarga. Stigma ayah sendiri di keluarga penulis adalah sosok pria yang lebih baik tidak diajak bicara. Karena mungkin wibawanya membuat sebagian anak-anak jadi enggan berkomunikasi.
Tapi mungkin ini hanya penulis saja yang merasakan dan para pembaca tidak mengalaminya. Tapi ada beberapa fakta yang juga sebenarnya membuktikan, jika dekat dengan anak laki-laki dan anak perempuan terhadap ayah sangat berbeda. Pernah dengar adagium kalau ayah lebih dekat dengan anak perempuan ketimbang anak lelakinya.
Sebagaimana ibu, ayah juga berperan penting dalam keluarga. Dia tidak hanya nakhoda rumah tangga saja, namun juga bertanggung jawab sebagai pencari nafkah utama, pelindung, dan yang paling penting memberikan kasih sayang kepada keluarga.
Tetapi di zaman saat ini, masih ada seorang ayah disebut sebagai seorang pahlawan keluarga, mengingat saat ini justru banyak terjadi fenomena stay-at-home dad.
Masing-masing memiliki peran dan gelar dalam kehidupan keluarganya masing-masing. Tetapi di Hari Ayah Nasional ini, kita harus tahu bahwa perjuangan seorang ayah juga patut diacungi jempol, bahkan bisa kita sebut sebagai pahlawan di balik layar.
Memang cara kerja dalam keluarga berbeda dengan sosok ibu. Akan tetapi ayah adalah orang yang akan selalu ada untuk melindungi keluarganya dari berbagai cobaan dan ujian yang datang.
Menurut Ross D. Parke, peneliti perkembangan sosial anak dari Universitas California, menjelaskan jika peran ayah dalam besarkan anak sangat penting. Itu karena ayah akan membuat si kecil lebih berkembang dalam segala aspek. Baik aspek motorik, kognitif, dan bahkan sosial.
Di kehidupan nyata, mungkin tanpa membandingkan satu sama lain, hanya seorang ayah yang bisa menemani putra atau putri bermain. Saat Hari Ayah, ada banyak hal yang dapat dilakukan dan lebih penting dari sekedar mengucapkan “Selamat Hari Ayah.” Sebagai teman dan keluarga, bantu seseorang melalui Hari Ayah yang mungkin sulit ia rasakan.
Ada beberapa kategori atau kondisi seseorang yang mungkin butuh perhatian lebih banyak saat Hari Ayah, yaitu seorang ayah yang berduka karena ditinggalkan anak, seorang anak yang berduka karena ditinggalkan ayah, seorang janda, dan pasangan yang mengalami infertilitas.
Pada saat Hari Ayah, berikan perhatian lebih pada mereka, atau mungkin tidak perlu sama sekali. Sebagai teman dan keluarga, jadilah pendengar yang baik dan jika mereka tidak merasa ingin berbicara, maka berilah perhatian kecil seperti pesan singkat, snack, dan hal semacamnya untuk membantu mereka melewati Hari Ayah.
*) Wisudawan Terbaik Instika Guluk-Guluk Tahun 2021, Mahasiswa Pascasarjana Instika Guluk-Guluk, Kepala Perpustakaan MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk, dan Dewan Redaksi Jurnal Pentas MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk.

