Nonggunong, NU Online Sumenep
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong Masa Khidmat 2021-2026 resmi dilantik di Pondok Pesantren Zainur Ridha Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong Pulau Sapudi, Kamis (11/11/2021) malam.
Para pengurus dilantik oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep berdasarkan Surat Keputusan (SK) PCNU Sumenep Nomor 229/PC/A.II/L.37/XI/2021 tentang Pengesahan Pengurus MWCNU Nonggunong Masa Khidmat 2021-2026. Tertanggal Sumenep, 08 November 2021 atau 03 Rabiul Awal 1443 H. Kepengurusan akan berakhir pada tanggal 08 November 2026.
Pengurus yang dilantik adalah jajaran Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah. Jajaran Syuriyah yang dilantik dipimpin oleh seorang Rais Syuriyah sebagai pengendali kebijakan organisasi yaitu KH Abd Karim. Adapun Ketua Tanfidziyah sebagai pelaksana organisasi adalah KH Sihabuddin Imam.
Surat Keputusan dibacakan oleh Sekretaris PCNU Sumenep, Zainul Hasan. Adapun pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua PCNU Sumenep, Ach Zubairi Karim.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu membacakan naskah pelantikan yang kemudian diikuti oleh pengurus yang dilantik. Adapun janji yang diucapkan oleh Pengurus MWCNU Nonggunong adalah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, pengurus siap berjuang di dalam NU untuk menjunjung tinggi agama Islam di bawah pimpinan ulama.
“Kami berikrar, senantiasa menjadikan Khittah NU sebagai landasan berfikir, bersikap dan bertindak dalam kapasitas pribadi maupun organisasi,” kata pengurus yang dilantik secara serentak.
Para pengurus juga berikrar akan menghayati, mengamalkan dan mempertahankan aqidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah secara sungguh-sungguh, serta memperjuangkan berlakunya syariat Islam di tengah kehidupan masyarakat di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tak hanya itu, pengurus juga bersedia mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) NU dan segala Peraturan Organisasi, serta mentaati fatwa para ulama untuk kepentingan NU, kepentingan umat Islam dan kepentingan bangsa dan negara.
“La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim,” tandasnya.
Editor: Firdausi

