Kota, NU Online Sumenep
Tahun baru merupakan momentum yang sangat bermakna bagi setiap orang. itulah sebabnya sebagian orang merayakannya terutama pada titik pergantian tahun. Lazimnya pergi ke alun-alun kota sambil meniup trompet dan menyalakan kembang api. Ada juga yang tetap di rumah, tapi tetap dengan selebrasi lain semisal tasyakuran dan lain-lain.
Tentu saja pergantian tahun baru juga dirayakan oleh sebagian pelajar NU Sumenep. Sebagai pelajar—apalagi NU—tentu harus punya semacam garis-garis aturan agar tetap dalam lingkup kesopanan.
Ketua IPNU Sumenep, Jalaluddin kepada NU Online Sumenep mengatakan bahwa pergantian tahun baru Masehi pada hakikatnya tidak perlu dirayakan karena tahun Masehi bukan tahun khas Islam. Namun sebagai bentuk syukur, cara terbaik yang pantas dilakukan oleh pelajar NU khususnya kader IPNU-IPPNU adalah dengan khataman Al-Qur’an.
“Sebenarnya untuk hari raya Masehi tidak perlu ada yang dirayakan karena ini bukan tahun baru untuk agama kita sendiri, tetapi ada cara terbaik yang dilakukan oleh kader IPNU IPPNU dalam menyambut dan merayakan tahun baru sebagaimana yang pernah dilakukan oleh kader zona IPNU IPPNU Timur Daya tahun lalu, yaitu khotmil Qur’an,” ungkapnya
Ia menambahkan bahwa Khotmil Qur’an ini dipilih menjadi kegiatan terbaik di saat pergantian tahun dengan alasan karena kegiatan ini menjadi pembeda kader IPNU-IPPNU dengan pelajar atau remaja yang biasanya merayakannya dengan cara-cara lain yang cenderung mubazir.
Ditanya tentang bagaimana sikap IPNU Sumenep jika menemukan kadernya merayakan tahun baru dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, remaja yang akrab dipanggil Jalal ini mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan peneguran dengan cara pendekatan karakter.
“Yang akan kami lakukan adalah dengan melakukan pendekatan karakter untuk mengetahui pelajar yang merayakan malam tahun baru dengan hal yang berbeda. Pasti ada motif lain di belakangnya,” tegasnya.
Di akhir wawancara dirinya berharap agar seluruh kader IPNU-IPPNU Sumenep senantiasa menjaga marwah dan identitas dengan berpegang teguh pada nasihat-nasihat ulama.
“Harapan saya kepada seluruh kader IPNU-IPPNU agar tetap menjaga marwah dan identitas untuk tetap berpegang teguh pada alim ulama,” pungkasnya.
Sementara Sayyidah Syafiqoh selaku Ketua IPPNU Sumenep menyikapi perayaan tahun baru melalui sisi kelembagaan. Ia mengataka bahwa secara kelembagaan, IPPNU Sumenep dalam merayakan momentum tahun baru adalah dengan mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun, menganalisa, dan merencanakan strategi yang akan dilakukan untuk merealisasikan program yang sudah direncanakan.
“IPPNU sebagai organisasi pelajar yang anggotanya notabene masih usia-usia labil, tentu momen tahun baru sangat dinantikan oleh beberapa anggota untuk merayakannya dengan berbagai cara. Tetapi ketika berbicara IPPNU secara kelembagaan, maka momen tahun baru ini harus disambut dengan mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun, pun juga menganalisa ataupun merencanakan strategi apa yang akan dilakukan untuk merealisasikan program yang sudah direncanakan, seiring dengan situasi dan kondisi organisasi hari ini,” jelasnya.
Menurut Alumnus STAIM Terate ini, hal itu mesti dilakukan agar IPPNU tidak stagnan dan bisa berkembang seiring maju dan pesatnya zaman. Dirinya juga menambahkan, bahwa selebrasi yang pantas dilakukan oleh anggota dan pengurus IPPNU dengan adanya tahun baru ini adalah dengan mengadakan kegiatan diskusi santai dan inovatif yang bisa merumuskan isu-isu strategis keorganisasian.
“Karena di awal saya mengatakan bahwa menyambut tahun baru dengan mengevaluasi kinerja organisasi, maka selebrasi yang pantas dilakukan adalah dengan diskusi santai yang bisa dikemas sesuai inovasi pengurus untuk merumuskan apa saja isu-isu strategis keorganisasian. Ini sudah dilakukan oleh PC IPPNU Sumenep 3 hari yang lalu dengan menggelar Rapimcab,” ungkap remaja asal Aengmerah Batuputih ini.
Ditanya perihal kegiatan internal IPPNU Sumenep saat momentum tahun baru, ia berencana untuk mengadakan doa bersama agar IPPNU terus berperan aktif dalam kemajuan dan kebaikan bangsa, serta konsisten dalam menumbuhkan nilai Ahlussunah Wal Jamaah di kalangan pelajar.
“Kami merencanakan adanya doa bersama di pengujung tahun, berharap IPPNU bisa terus berperan aktif dalam kemajuan dan kebaikan bangsa, serta konsisten dalam menumbuhkan nilai ahlusunah wal jamaah di kalangan pelajar,” tegasnya.
Di akhir wawancaranya ia berharap agar pelajar NU Sumenep menggunakan tahun baru ini sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat baru, meningkatkan motivasi, mengembangkan inovasi, dan mempertahankan kreativitas untuk mengoptimalkan skill.
“Tahun baru harus dengan semangat baru, tingkatkan motivasi, kembangkan inovasi, pertahankan kreativitas untuk optimalisasi soft skill dan hard skill kader NU,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

