Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Di sebuah lingkungan seseorang dapat mengalami cedera atau situasi darurat yang membutuhkan pertolongan pertama dasar. Dengan memberikan pertolongan pertama dasar dalam kondisi darurat, pasien atau korban kecelakaan dapat diselamatkan dan mendapat penanganan dokter sesegera mungkin.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bapak Nurul Hidayat dalam materi ‘Pertolongan Pertama’ pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Ke-5 yang diselenggarakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Periode 2021-2022, Rabu (09/02/2022) di aula setempat.
Pria asal Lenteng itu mengatakan, pertolongan mendasar ini tidak hanya bisa dilakukan tenaga medis saja, tetapi semua orang.
“Memang, bantuan para medis akan datang secepat mungkin. Namun, siapa saja dapat memberikan pertolongan pertama dasar sembari menunggu tim medis,” ucapnya.
Dirinya juga menyebutkan beberapa cara untuk menghadapi situasi darurat. Hal ini berguna untuk melindungi hingga mengatasi kepanikan saat menghadapi situasi yang sangat darurat.
“Dalam kasus darurat medis yang serius, kita dapat menyelamatkan nyawa korban. Itulah mengapa sangat penting untuk mempelajari keterampilan dasar ini. Pertama, periksa tempat kejadian. Sebelum melakukan pertolongan pertama dasar, kita melihat situasi dan mengecek tempat kejadian yang mungkin berbahaya, seperti tanda-tanda kebakaran, gas bocor, puing-puing berjatuhan, atau orang yang melakukan kekerasan,” terangnya.
Kedua, tetap panggil bantuan medis. Karena pertolongan pertama dasar hanya merupakan bantuan dasar untuk seseorang yang sakit saat situasi darurat. Oleh karena itu, penolong tetap menghubungi bantuan medis. Juga beritahukan orang terdekat untuk menghubungi layanan medis darurat.
“Ketiga, berikan perhatian jika kita dapat melakukan pertolongan pertama dasar dengan aman, tetaplah bersama orang yang sakit atau terluka sampai bantuan medis tiba. Kita juga bisa melakukan beberapa hal yang dapat membuat korban atau pasien merasa lebih nyaman, seperti tutupi mereka dengan selimut hangat, cek kesadaran, cek bagian tubuh terluka atau lebam, dan cobalah untuk membuat mereka tetap tenang,” lanjutnya.
Beliau juga mengungkapkan, dalam beberapa kasus, pertolongan pertama memberikan bantuan ringan kepada seseorang di tengah keadaan darurat medis. Bantuan ini bermanfaat sampai tenaga medis tiba.
“Pertolongan pertama adalah ketika kita memberikan bantuan medis dasar kepada seseorang yang mengalami kecelakaan atau cedera yang membahayakan nyawa,” tambahnya.
Di akhir penjelasannya, beliau membeberkan jenis-jenis pertolongan pertama dasar yang harus diketahui dan pelajari.
“Jenis-jenis pertolongan pertama antara lain, pertolongan pertama pada luka bakar, menolong orang yang tidak sadarkan diri, menolong orang yang disengat lebah, membantu orang yang mimisan, orang demam, syok, terluka, dan demam,” pungkasnya.
Sementara itu, Bapak Rahmat Syarifullah selaku guru MA 1 Annuqayah menuturkan urgensi mengikuti PMR yang merupakan organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) ini.
“Ada dua manfaat utama yang didapat mereka saat menjadi anggota PMR. Paling utama adalah mereka bakal diajarkan bagaimana memberi pertolongan pertama pada orang lain dan tentunya pertolongan pada diri sendiri,” tuturnya.
Mantan Pembina PMR MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini menambahkan, di PMR juga diajarkan berbagai teknik pertolongan pertama. Sehingga ketika terjadi sesuatu pada orang di sekitarnya, langsung bisa jadi penolong pertama. Setelah itu, baru penanganan lanjutan dilakukan pusat layanan kesehatan seperti klinik, Puskesmas, atau rumah sakit.
“Dengan pertolongan pertama ini, kita bisa mengurangi potensi orang sakit, korban kecelakaan, hingga korban bencana bertambah parah sakitnya. Sehingga, bantuan yang diberikan akan sangat menolong kesembuhan mereka. Namun, memberi pertolongan pertama tidak bisa sembarangan. Sebab pertolongan pertama bisa saja salah dan justru memperburuk kondisi seseorang. Karena itu, melalui PMR, kita akan tahu berbagai teknik pertolongan pertama yang tepat,” tegasnya.
Pria asal Ganding itu juga menyebutkan bahwa manfaat lain dari menjadi anggota PMR adalah melatih kepemimpinan.
“Melatih kepemimpinan menjadi salah satu materi yang ada di PMR. Di sana kita akan diajarkan bagaimana cara berorganisasi dan menjalankannya. Sehingga sejak dini kita akan terlatih untuk berorganisasi yang akan bermanfaat saat kamu dewasa kelak,” lanjutnya.
“Sebab, saat memasuki dunia kerja, kemampuan berorganisasi biasanya sangat dibutuhkan. Di sebuah perusahaan, kita dituntut untuk bisa berkomunikasi, berkoordinasi, hingga berbagi tugas pekerjaan. Jika kemampuan ini terlatih sejak dini, saat bekerja nanti kamu tak perlu adaptasi lama,” jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan, kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan juga akan bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan terutama saat menjalankan usaha hingga membangun keluarga.
“Karena itu, menjadi anggota PMR direkomendasikan bagi generasi muda. Apalagi di dalamnya juga terdapat pembentukan mental. Kita juga akan mendapatkan teman-teman baru dan berbagai pengalaman menarik,” terangnya.
“Menjadi PMR ini akan melatih kebiasaan generasi muda untuk jadi pemimpin sejak dini. Minimal mereka nantinya bisa memberi pertolongan pertama pada diri sendiri dan keluarga,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

