Image Slider

Fatayat NU dan Muslimat NU di Gapura Bersinergi Peringati Tahun Baru Islam

Gapura, NU Online Sumenep

Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU desa Grujugan bersama dengan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU desa Grujugan Kecamatan Gapura menggelar kegiatan kolaborasi peringatan satu Muharram dan santunan anak yatim pada Sabtu (30/7/2022).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Mathlaun Nur ini menghadirkan Penceramah dari Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (LDNU) Kabupaten Sumenep Nyai Hj. Zainab Ali Hisyam Fayyad.

Nyai Hj Zainab Ali Hisyam dalam ceramahnya menegaskan agar masyarakat tetap mencintai dan menyayangi anak yatim. Sebab menurutnya, banyak orang besar lahir dalam keadaan yatim.

“Banyak orang orang besar dalam keadaan yatim. Imam Syafi’i, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, Nabi Muhammad,” katanya.

Selain memaparkan beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Muharram, Wakil Bendahara LDNU Kabupaten Sumenep ini juga menambahkan bahwa seragam Fatayat NU dan Muslimat NU tetap dengan jenis yang sama.

“Karena Seragam NU ini merupakan hasil iktikaharah para kiai. Warnanya hijau hijau. Sebab, hisabnya pakaian itu kelak di hari kiamat lamanya lima ratus tahun,” pngkasnya.

Sementara itu, Kiai Fathol Bari, Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nadhatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gapura mengapresiasi kegiatan tahunan di bulan muharram. Menurutnya, NU terbaik di Gapura bisa dicerminkan dari Desa Grujugan yang bisa menggerakkan semua elemen di dalamnya, termasuk Badan Otonom (Banom).

“Hakikat terbaik NU di Kecamatan Gapura adalah di Grujugan. NU dan Banomnya. NU dan Banomnya ada di Grujugan nyata dan tampak. Salah satunya seperti tradisi cumbuaan yang dipertahankan sejak di PAC ini,” kata Alumni PP. Annuqayah tersebut.

Di hadapan ibu ibu Fatayat dan Muslimat, ia mengingatkan agar tidak terpecah belah hanya persoalan sepele serta senantiasa agar mendorong anak dan keturunannya tetap berada di pesantren pesantren yang berhaluan ahlussunah wal jamaah.

“Menyatukan hati dan semangat berada di belakang para kiai. Sehingga nanti bisa tetap menjadi santri santrinya Mbah Kholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asy’ari,” tambahnya.

Lis Sulistiana, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Grujugan mengatakan dalam sambutannya bahwa sebagai Pengurus NU sejatinya merupakan pelayan masyarakat.

“Pengurus Fatayat dalam pengabdiannya adalah pelayanan masyarakat. Di dalam organisasi kita tidak mengandalkan kepintaran dan kecerdasan. Tetapi, bagaimana pengabdian kita untuk perjuangan NU harus dilakukan dengan pengorbanan,” kata Alumni Madrasah Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa santunan terhadap anak yatim ini diperoleh dari donasi dan program cumbuan di ranting Fatayat NU Grujugan.

“Program cumbuan yang dilakukan oleh muslimat dan Fatayat diberikan secara tunai dan berupa buku tabungan. Buku tabungan Karena tiap bulannya akan diisi. Semoga ke depan kehadiran Fatayat dan Muslimat NU ranting semakin tampak di masyarakat melalui program sosial dan keagamaan,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga