Image Slider

Perpusnas Gandeng PP. Annuqayah Guluk-Guluk Gelar Lokakarya Inkubator Literasi Penulisan Esai

Guluk-guluk, NU Online Sumenep

Perpustakaan Nasional (Perpusnas)  bersama Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk  berkolaborasi melaksanakan kegiatan Lokakarya Penulisan Esai Peserta Inkubator Literasi se- Madura sejak Sabtu (30/10/21) sampai Ahad (31/10/21). Kegiatan ini dipusatkan di ruang Perpustakaan SMA 3 Annuqayah putri.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 15 penulis muda se Madura yang karya esainya telah terseleksi oleh panitia. Kegiatan ini berlangsung sejak 20 September 2021 dimulai dengan seleksi naskah yang dikirim oleh calon peserta sampai pada pengumuman pemenang dan peluncuran buku pada 18 Nopember 2021 nanti.

Moh. Azizi, inisiator kegiatan ini, mengatakan lokakarya penulisan esai ini sebagai salah satu bagian dari pematangan terhadap peserta yang karyanya masuk seleksi panitia, nanti seluruh karya peserta akan dibukukan dan dilaunching.

“Awalnya kegiatan ini diajukan oleh santri alumni PP. Annuqayah sini yang menjadi juara penulisan yang diadakan oleh Perpusnas, kemudian dia mengajukan untuk mengadakan kegiatan Inkubator Literasi kerja sama dengan Perpustakaan Nasional, dan disetujui oleh pihak pesantren. Semua kegiatan disupport oleh Perpusnas, kami hanya menyediakan tempat, konsumsi, kepanitiaan, dan lainnya,” Ujar Moh. Halili KN, Ketua pelaksana biro Madaris PP. Annuqayah.

Meskipun kegiatan literasi di PP. Annuqayah adalah hal yang biasa namun pihaknya tetap berharap tradisi menulis di pesantren terus digalakkan, terutama di Sumenep.

Dalam kegiatan lokakarya ini para peserta mendapatkan materi-materi tentang karakteristik penulisan esai, teknik menulis esai, dan bagaimana mengekplorasi tema-tema yang menarik dalam penulisan esai. Sedangkan, pemateri yang dihadirkan untuk mengisi kegiatan ini diantaranya, Kiai M. Faizi, Kiai M. Musthofa, Kiai A. Dardiri Zubairi, dan Bapak Asy’ari Khatib.

“Yang paling berkesan dari empat pemateri, memberikan banyak contoh tentang esai dari banyak esais terkemuka. Dan itu menyadarkan saya bahwa untuk menjadi esais yang baik harus banyak membaca esai dari penulis-penulis terbaik,” ungkap Dawiyatun, salah satu peserta kepada Kontributor NU Online Sumenep.

“Saya pribadi berharap semua terus menjadi ruang inspirasi bagi para penulis-penulis di negeri ini. Dan untuk diri saya pribadi, saya berharap lokakarya ini menjadi awal pijakan saya untuk lebih menghargai potensi diri untuk setia mencinta literasi,” pungkas perempuan asal Dungkek ini.

Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga