Bluto, NU Online Sumenep
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), KH A Pandji Taufiq meminta agar IPNU mengedepankan musyawarah. Menurutnya, musyawarah adalah tradisi NU yang harus terus dijaga. Ia mengatakan bahwa di NU jabatan bukan sebuah kesenangan, akan tetapi amanah yang kelak akan dimintai tanggung jawabnya.
Penegasan itu disampaikan pada Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Islam, Bluto, Sumenep, Ahad (13/03/2022).
“Saya sebagai orang tua mengikuti betul perkembangan Konfercab ini. Saya harap kedepankan musyawarah, Kalau calonnya ada dua satu jadi ketua, satu jadi sekretaris,” ucapnya.
Kiai Pandji mengatakan bahwa Kader IPNU Harus mampu meneladi Kabupaten Sumenep. Sumenep merupakan salah satu Kabupaten yang kratonnya masih tegak berdiri.
“IPNU harus mampu meneladi Sumenep sebagai kraton yang dimana budaya-budaya luhur masih tegak di sana,” pungkasnya.
IPNU-IPPNU di Sumenep, lanjut Kiai Pandji, harus di masifkan pengkaderannya. Dari sekian ribu pesantren di Sumenep, hanya segelintir yang memiliki Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU.
“Tidak usah berlabel bahwa lembaga saya lembaga Aswaja. Tetapi bisa diamati IPNU-IPPNU hidup dengan baik atau tidak, itu cukup menandakan,” Tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus baik di tingkat PC, MWC, Ranting, dan Lembaga yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah untuk berlomba-lomba membagun kader IPNU-IPPNU di masing-masing ruang lingkup. Baginya, memulai pengkaderan di tingkat IPNU-IPPNU sama halnya dengan menyiapkan generasi yang memperjuangkan NKRI.
“Mari ajak dan berlomba-lomba masuk di IPNU atau IPPNU. Dengan masuk, berarti kita memulai menjaga persatuan republik ini. Karena IPNU-IPPNU adalah kader yang akan meneruskan perjuangan NU mempertahankan islam Aswaja di Republik Indonesia,” ujarnya.
Alumni Pesantren Annuqayah itu juga mendorong agar lembaga pendidikan segera membentuk Pengurus Komisariat. Menurutnya, Sumenep yang merupakan Kabupaten yang menjadi salah satu basis pesantren harus menyiapkan generasi-generasi Nahdlatul Ulama yang gemilang di masa yang akan datang.
“Ini berkumpulnya Nahdlatul Ulama di masa yang akan datang. Baiknya kader IPNU sekarang ini adalah baiknya NU di sama yang akan datang. Jika IPNU sekarang kurang baik, bisa dibayangkan NU yang masa yang akan datang,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

