Lenteng, NU Online Sumenep
Di perkotaan dan pedesaan, masjid mudah dijumpai warga. Seakan-seakan kemegahan masjid di desa menyamai di kota. Perbedaannya adalah masjid di kota lebih makmur daripada di desa.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH A Pandji Taufiq saat memberi sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad Saw dan Konsolidasi Ranting NU Lenteng Barat.
“Di perkotaan terkelola rapi, baik dari jadwal khatib, muazin, dijaga kebersihannya, dan lainnya. Uniknya di desa, ada yang adzannya pakai kaset,” ucapnya kepada jamaah yang berkumpul di halaman Yayasan Nurul Ihsan Gunung Malang, Lenteng Barat, Lenteng.
Dijelaskan, secara geografis Desa Lenteng Barat luas, penduduknya banyak. Ia memberikan PR kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) setempat untuk menyemarakkan kegiatan diniyah wa ijtimaiyah di setiap dusun.
“Tak usah besar kegiatannya atau kegiatan yang spektakuler. Cukup sederhana programnya, yakni mengisi langgar-langgar dengan kegiatan shalat berjamaah lima waktu,” pintanya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi dan Konsolidasi Ranting, karena seluruh elemen masyarakat kompak.
“Kami salut pada perlombaan yang dihelat oleh ranting, yakni menggelar lomba tahlil tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Lomba ini bagian dari penanaman Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Mudah-mudahan bisa menginspirasi orang tua sehingga anaknya bisa tahlil di rumahnya masing-masing,” ujarnya sebagaimana dalam tayangan Santri Madura Official diakses NU Online Sumenep, Jumat (22/09/2023).
Ia mengutarakan bahwa PCNU Sumenep sedang merancang gerakan keluarga maslahah. Dilaporkan, ada 2 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang diuji cobakan.
“Gerakan keluarga maslahah ini memiliki aneka program yang nantinya akan memberikan solusi pada persoalan masyarakat, seperti permasalahan rumah tangga, kebersihan, pendidikan anak, kesehatan anak, psikologi anak dan sebagainya,” tandasnya.

