Talango, NU Online Sumenep
Dalam organisasi, konferensi merupakan majelis permusyawaratan tertinggi dalam menentukan arah juang organisasi ke depan melalui rancangan program kerja serta memilih pemimpin yang baru berdasarkan kemufakatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kedisiplinan berorganisasi. Sebab di dalamnya tertuang harapan dan tujuan bersama untuk kepentingan bersama pula.
Tidak terkecuali di Nahdlatul Ulama, sebagai organisasi sosial keagamaan yang dalam perjuangannya berlandaskan pada Ahlussunnah Wal Jama’ah, menjadikan Konferensi sebagai momentum permusyawaratan untuk meninjau dan menyusun langkah-langkah strategis dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah berdiri kokoh sejak 94 tahun silam.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Talango, hari ini, Minggu (22/11/2020) menggelar Konferensi dengan mengusung tema Membangun Kemandirian Jam’iyah dan Jama’ah dengan Menguatkan Ranting Menjelang An-Nahdlah Ats-Tsaniyah, bertemapat di MTs. Ma’arif NU Desa Cabbiya Kecamatan Talango.
Sebagai upaya untuk tetap istiqamah mengayomi dan responsif terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, Ketua Demisioner MWC NU Talango, K. Abdullah Faqih berharap agar Konferensi ini berjalan dengan penuh khidmah.
“Ajang Konferensi ini tidaklah hanya sebatas regenerasi kepengurusan untuk melanjutkan estafet perjuangan saja, tetapi justru untuk menentukan upaya-upaya sistematis dan stategis melalui program kerja agar lebih progresif ke depannya,” sambut beliau.
Berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah serta menjaga komitmen garis perjuangan menjadi batu loncatan MWC NU Talango dalam menata jam’iyah menuju kemandirian jama’ah.
Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul merupakan langkah penting yang harus dilakukan agar kemandiran jam’iyah dan jamaah benar-benar kita rasakan dalam tubuh organisasi,” ungkap Rais MWC NU Talango, K Abdurrazaq dalam khutbahnya.
Oleh karena pentingnya menyiapkan SMD yang unggul, beliau kembali menagaskan bahwa untuk bisa menyiapkan SDM yang unggul tentu harus melalui beberapa instrumen program kerja yang tidak hanya sebatas formalitas belaka. Akan tetapi harus diperjelas target pencapaian dan tindak lanjutnya.
“Harapan kita bersama adalah memajukan Nahdlatul Ulama, karena itu kepengurusan MWC NU periode mendatang ini, ke depan Ranting NU harus dirangkul dan didampingi,” imbuhnya.
Menghidupkan ranting sebagai basis Nahdlatul Ulama harus berlandaskan pada realitas sosial yang ada. Melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta membangun moralitas masyarakat merupakan prioritas dalam program kerja MWC NU Talango.
Ustadz Juhariyono, terpilih sebagai Ketua, dan KH. Abd. Khaliq sebagai Rais MWC NU Talango Masa Khidmat 2020-2025. Turut hadir dalam pembukaan Konferensi ini, jajaran Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, Camat Talango dan segenap tokoh masyarakat.
Pewarta : Syauqi Ramdhani
Editor : Ibnu Abbas

