Gapura, NU Online Sumenep
Anomali cuaca yang kadang panas dan kadang dingin sangat rentan terhadap munculnya beragam penyakit. Untuk itu, Nahdliyyin harus membiasakan pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar.
Sebagai langkah solutif untuk membangun pola hidup sehat tersebut, Pimpinan Anak Ranting (PAR) Nahdlatul Ulama (NU) Masjid Al-Hasani Dusun Dik-kodik, Desa Gapura Timur, Gapura, mendatangkan Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) MWCNU Gapura, dr. Slamet Riyadi.
Kehadiran pria yang juga pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Sumenep itu guna memberikan edukasi terkait pola hidup sehat. Pertemuan rutinan itu berlangsung di kediaman salah seorang anggota, Senin, (1/8/2022).
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa dr. Slamet itu menyampaikan bahwa kesehatan manusia terdiri dari empat aspek , yaitu sehat fisik, sehat mental, sehat spiritual, dan sehat sosial.
“Kesehatan itu ada empat macam. Antara lain; sehat fisik, sehat mental, sehat spiritual, dan sehat sosial,” tegasnya.
Selanjutnya pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep itu mengatakan, bahwa pola hidup sehat yang bisa dilakukan warga Nahdliyyin itu ada delapan cara: Pertama, minum air 2 liter atau 8 gelas per hari. Kedua, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.
“Terutama pagi hari untuk menghindari endapan-endapan yang bisa menimbulkan kencing manis,” tambah pria yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Gapura tersebut.
Ketiga, berjemur di bawah sinar matahari dengan durasi waktu 5 sampai 15 menit terutama di pagi hari minimal tiga kali seminggu untuk melancarkan metabolisme tubuh dan untuk mendapatkan vitamin D demi kesehatan tulang.
“Sedangkan yang keempat adalah relaksasi untuk menghindari munculnya hormon yang bisa mengganggu metabolisme tubuh,” ungkapnya.
Sedangkan yang kelima adalah tidur kira-kira 7 jam sehari. Yang keenam adalah makan sehat dengan menghindari makanan dan minuman instan karena bisa merusak ginjal. Ketujuh adalah mengonsumsi suplemen dan vitamin yang diizinkan oleh BPOM seperti Habbatussauda, dan sebagainya.
“Dan yang kedelapan adalah senantiasa bersyukur kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

