Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Selasa (04/01/2022) lalu, pengurus Lajnah Falakiyah Annuqayah (LFA) Guluk-Guluk melakukan pengukuran arah kiblat untuk Mushalla Raudhatul Huffadz Gadu Timur, Ganding. Selain sudah menjadi program kerja, hal ini dilakukan karena memang tingginya permintaan dari masyarakat.
“Akhir-akhir ini, banyak sekali permintaan dari masyarakat untuk mengukur arah kiblat Masjid atau mushalla. Baik yang baru dibangun maupun yang sudah lama jadi,” ucap Ketua LFA, Bambang Hendriyanto.
Mahasiswa Fakultas Syariah Instika itu juga mengatakan pentingnya melakukan pengukuran arah kiblat sebagai bahan untuk penyempurnaan ibadah.
“Penting dilakukan sebagai bagian menyempurnakan ibadah, terutama pelaksanaan ibadah shalat. baik shalat wajib maupun shalat sunah sekalipun. Hal Ini dapat dibuktikan bahwa kesadaran masyarakat dalam hal hendak membangun masjid dan mushala, pengukuran kiblat menjadi wajib,” terangnya.
Lebih lanjut pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee ini juga menyampaikan, tim yang diterjunkan ke lapangan memang pegurus LFA yang menguasai pengukuran arah kiblat.
“Adapun tim ukur arah kiblat ini terdiri dari 2 orang, yaitu Moh. Iqbal Rosyid selaku Wakil Ketua LFA dan Moh. Ilham Wahyudi yang saat ini menjabat Sekretaris l. Mereka nantinya juga bertugas untuk memberikan sertifikat arah kiblat yang memang dibuat oleh LFA,” tandasnya.
Ada empat alat yang digunakan oleh tim ukur arah kiblat mushalla untuk menentukan lokasi yang benar, yaitu Mizwala Qibla Finder, Kompas, Busur Derajat, dan Peta Kiblat Rukyatul Hilal Indonesia (RHI).
“Sejauh ini, empat alat atau metode tersebut merupakan cara menentukan arah kiblat yang paling tepat dan akurat,” ucap Moh. Ilham Wahyudi.
“Dengan alat Mizwala Qibla Finder yang mengandalkan posisi matahari, maka dapat ditentukan arah utara sejati arah kiblat yang akurat, sehingga hasilnya dapat lebih bagus,” lanjut Ilham.
Dijelaskan lagi bahwa langkah pertama dalam pengukuran arah kiblat adalah dengan menentukan koordinat lokasi yang akan diukur arah kiblatnya menggunakan GPS. Selanjutnya dari koordinat tersebut dimasukkan ke aplikasi Mizwala Qibla Finder untuk mengetahui arah utara sejati sehingga azimut (arah) kiblat dapat diketahui.
Setelah pengukuran, didapat dari data ephemeris yang terdiri dari data lintang, bujur, waktu, deklinasi matahari, tinggi matahari, azimut matahari, utara sejati, rashdul kiblat, dan akhirnya azimut kiblat. Data ephemeris tersebut disertakan dalam sertifikat arah kiblat yang dikeluarkan oleh LFA Guluk-Guluk sebagai bukti bahwa mushalla tersebut telah dilakukan pengukuran arah kiblat.
Untuk hasil pengukuran arah kiblat, didapat azimuth arah kiblat 23° 46′ 39″ (Barat ke Utara), 66° 13′ 21″ (Utara ke Barat), dan 292° 29′ 39″ (UTSB). Sedangkan yang menjadi saksi dalam pelaksanaan pengukuran arah kiblat ini yaitu Ustaz Muhammad Khozin dan Ustaz Nurul Ilmi.
Editor : Ach. Khalilurrahman

