Pragaan, NU Online Sumenep
Setelah masa Orde Baru, muncullah Era Reformasi dimana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kebanjiran usulan untuk melahirkan Parpol untuk mewadahi aspirasi nahdliyin.
Berdasarkan sejarah tersebut, KH. Faishal Afifi Najib menceritakan sejarah berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lahir dari rahim NU pada tahun 1998. Ia menyampaikannya di acara Reses Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Masaran, desa Sentol Daya. Sabtu (14/11/2020).
Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut mengenang masa lalunya bahwa saat beliau masih menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWCNU Pragaan, terjadi 2 perwujudan wajah yang membingungkan, yaitu NU akan menjadi partai dan NU akan melahirkan partai.
“Jika NU jadi partai maka saya yang pertama kali keluar dari struktur NU. Sebaliknya jika NU melahirkan partai, maka saya orang pertama kali masuk duluan,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Afifiyah Pragaan Laok tersebut menegaskan kepada undangan, bagaimana ber-PKB harus demi NU.
“Bagi kader Parpol mestinya demikian agar hidup kita barokah. Bukan malah melupakan NU atau tidak mau tahu perkembangan NU saat ini,” tandasnya.
Kontributor: Firdausi
Editor: A. Habiburrahman

