Image Slider

Nahdliyin di Giliraja Diingatkan Pentingnya Bershadaqah

Giliraja, NU Online Sumenep

Perkumpulan Majelis Taklim Alkhairat melaksanakan rutinan kajian kitab Al-Mawa’idz Al-‘Ushfuriyyah. Kegiatan dipusatkan di kediaman Ustadz Hariyanto, Desa Banbaru Giliraja, Jumat (27/08/2021).

Dalam kesempatan itu, Kiai Abd Hafidh Yahya menjelaskan tentang pentingnya bershadaqah. Disebutkan dalam kitab Al-‘Ushfuriyyah, bahwa neraka itu enggan (tidak mau) untuk menyiksa orang yang suka bershadaqah.

“Neraka itu diciptakan oleh Tuhan untuk menyiksa makhluk yang durhaka. Namun dengan izin-Nya, neraka tidak akan menyiksa seseorang yang suka mendermakan hartanya di jalan Allah, khususnya bershadaqah kepada kaum dlu’afa,” ujarnya.

Hal tersebut menurut Kiai Hafidh, karena di dalam harta yang dimiliki, ada hak orang miskin yang harus dipenuhi. Disebutkan bahwa, shadaqah itu bisa menjadi perantara diterimanya taubat.

“Oleh karena itu, ingatlah, harta seringkali menyebabkan kita lalai (maksiat) terhadap perintah Tuhan,” ucap Kiai Hafidh.

Lebih lanjut, Kiai Hafidh menganjurkan kepada Nahdliyin agar tidak lupa berterima kasih kepada sesama manusia dan saling mendoakan, serta bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan.

“Bagi yang menerima sadhaqah, jangan lupa berterima kasih kepada yang memberi, bersyukurlah kepada Allah. Dan yang sangat penting lagi adalah saling mendoakan,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Nurul Huda Banbaru Giliraja ini meminta kepada jamaah majelis taklim agar tidak mempersoalkan besar kecilnya shadaqah. Sebab sekecil apapun shadaqah, kelak akan mendapatkan balasan dari Allah.

“Sedekah itu sesuaikan dengan kemampuan dan keikhlasan. Sekecil apapun shadaqah yang kita berikan, Allah akan membalas dan bahkan melipat gandakan pahala atas shadaqah kita. Dan hal yang sangat utama adalah shadaqah yang baik dan tidak menyakiti. Artinya, shadaqah yang kita berikan harus diperoleh dengan cara yang halal serta tidak menyakiti perasaan orang yang menerimanya,” pungkasnya.

Setelah kajian kitab, acara dilanjutkan dengan istighotsah dan doa bersama. Pembacaan istighotsah dipimpin oleh Kiai Moh Achyar Hafiluddin, Wakil Rais MWCNU Giliraja, dan pembacaan doa dipimpin oleh Kiai Abd Halim Al-A’la, Katib MWCNU Giliraja.

Diketahui, bahwa Majelis Taklim Alkhairat adalah perkumpulan yang yang diinisiasi oleh almarhum Kiai Mahfudh Yahya sejak tahun 90-an. Majelis tersebut beranggotakan sebagian warga empat desa di Giliraja, waktu pelaksanaannya digelar tiap setengah bulan sekali.

Setelah Kiai Mahfudh wafat, keberlangsungan Majelis Taklim Alkhairat dilanjutkan oleh Kiai Abd Hafidh Yahya, putra sulung Kiai Mahfudh yang saat ini juga sedang dipercaya menjadi Mustasyar MWCNU Giliraja.

Editor: A Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga