Image Slider

Nyai Zainab Ali Hisyam Pimpin Lajnah Wanita Thariqah An-Nahdliyah Sumenep

Kota, NU Online Sumenep
Nyai Zainab Ali Hisyam resmi dikukuhkan sebagai Ketua Idaroh Syu’biyah Lajnah Wanita Thariqah An-Nahdliyah (Wathanah) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah Kabupaten Sumenep. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Bundar Al-Asy’ari Universitas Islam Malang (Unisma), Ahad (5/6/2022).

Masyaikh Pondok Pesantren Al-Karawi, Karay, Ganding, Sumenep itu dibaiat langsung oleh Ketua Idaroh Aliyah Lajnah Wathanah Hj. Syecha Walafiyah, bersama seluruh Idaroh Syu’biyah Lajnah Wathanah se-Jawa Timur. Disaksikan oleh Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jatman KH. Ali Mas’adj dan Sekretaris Jenderal KH. Mashudi.

Nyai Zainab, sapaan akrabnya, mengaku bahwa sebelumnya ia dihubungi oleh Lajnah Wathanah Jawa Timur dan kemudian ditunjuk sebagai Ketua Lajnah Wathanah Sumenep.

“Saya dihubungi sekitar enam bulan yang lalu oleh Ketua Lajnah Wathonah Jawa Timur yang kebetulan berkenan bermalam dirumah saya. Saya diminta untuk menjadi ketua (Lajnah Wathanah) di Sumenep,” ujarnya kepada NU Online Sumenep, saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Usai dilantik, dirinya pun bertekad untuk menjalankan amanah dengan sebaik mungkin. Salah satu yang menjadi harapannya ke depan adalah memasyarakatkan Thariqah dan menthariqahkan masyarakat.

“Saya bertekad untuk memasyarakatkan thariqah, menthariqaohkan masyarakat. Tentunya dengan Thariqah yang Mu’tabarah dan sanadnya jelas. Meski ini tidak mudah, tapi saya yakin, pasti bisa, Insya Allah. Mohon doanya,” imbuhnya.

Sebagai lembaga yang mewadahi Thariqah para kaum wanita, Nyai Zainab mengajak kepada warga NU untuk berthariqah dan berjam’iyah di Lajnah Wathanah. Menurutnya, hal tersebut sebagai salah satu ikhtiar untuk menjadi ibu-ibu yang shalihah sekaligus muslihah.

“Sehingga nantinya bisa menjadi teladan bagi anak cucunya. Karena bagaimanapun generasi itu ditentukan oleh seberapa shalihah ibunya,” tegas Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep itu.

Nyai Zainab pun mencontohkan, banyak orang-orang besar yang lahir dari rahim seorang ibu yang shalihah. Di bawah asuhan seorang ibu shalihah, bisa menjadi anak yang hebat dan mulia. Oleh karena itu, menurutnya penting menjadi bagian dari Lajnah Wathanah.

“Seperti Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani, dia seorang yatim dan hanya besar dalam asuhan seorang ibu yang shalehah. Imam Ghazali, Imam Syafi’i dan tentu ada banyak lagi tokoh-tokoh Islam yang hebat berkat keshalihan seorang ibu,” pungkasnya.

Beberapa pengurus Lajnah Wathanah Sumenep yang hadir di acara pelantikan tersebut antara lain Nyai Zainab Ali Hisyam (Ketua), Nyai Hj. Chairun Nisa (Sekretaris), Nyai Hj. Shofiyah Zubaidi Muhammad (Bendahara), Nyai Hj. Sulhah Syarifah (Koordinator Bidang Dakwah), Nyai Ifdah (Koordinator Bidang Ekonomi) dan Nyai Zulia Farida (Koordinator Bidang Cinta Tanah Air).

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga