Image Slider

Peringati Harlah Ke-62, Aliansi Kopri PMII Guluk-Guluk Gelar Ngaji Sejarah

Lenteng, NU Online Sumenep

Sejarah tidak lahir dalam ruang hampa, perjalanan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kini telah memasuki usia ke-62 tahun. Setelah melalui proses yang alot akhirnya pada tanggal 17 April 1960 menjadi momentum penting ditetapkannya PMII sebagai organisasi mahasiswa underbouw Nahdlatul Ulama (NU).

Demikian penjelasan H Damanhuri saat mengisi kegiatan ngaji sejarah dengan ‘Membaca Ulang Sejarah PMII: Aksi, Negosiasi dan Polariasi’ yang diselenggarakan oleh Aliansi Kopri Rayon PMII Komisariat Guluk-Guluk, Sabtu (16/04/2022) di Masjid At-Taqwa Banaresep Timur, Lenteng.

Wakil Rektor I Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini menerangkan, keberadaan PMII sebagai sebuah wadah organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan NU yang mencerminkan pola perjuangan yang sama dalam hal keber-Islam-an ataupun keber-Indonesia-an.

“Dimensi religius dan nasionalisme menjadi pemantik gagasan yang berkontribusi dalam mentransformasikan dirinya dalam peradaban, seperti tema yang diusung dalam Hari Lahir (Harlah) ke-62 saat ini,” terangnya.

Menurutnya, seperti yang termaktub dalam makna filosofisnya, PMII mengambil semangat ‘gerakan’ (Al-Harakah/Movement) yang menunjukkan suatu hal dinamis, progresif dan positif.

“Seperti pernyataan KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Taharrak fa Inna fi Al-Harakat Al-Barakah, wa Inna Al-Barakah fi Al-Harakah, wa Al-Harakatu Fiiha Al-Barakah. Artinya, bergeraklah, karena di dalam pergerakan ada berkahnya. Sesungguhnya berkah itu ada dalam setiap gerakan. Dan setiap gerakan tentu ada berkahnya,” jelas pria asal Lenteng Barat, Lenteng itu.

Atas dasar filosofi ini, lanjut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk ini menambahkan, aksi-aksi yang dilakukan oleh PMII dalam rentang waktu berjalan selama tiga Orde bangsa ini, dari Orde Lama (1945-1968), Orde Baru (1966-1998), Orde Reformasi (1998-sekarang), dengan wajah dan polarisasi kekuasaannya masing-masing telah ikut membentuk respons dan negosiasi organisasi ini dalam bersikap dan mencari solusi terhadap persoalan dasar bangsa ini.

“Seperti yang termaktub dalam nilai-nilai dasar perjuangannya, organisasi ini mengusung nilai kemerdekaan/Al-Hurriyah, persamaan/Al-Musawa, keadilan/‘Adalah, toleran/Tasamuh, damai/Al-Shulh,” tambahnya.

Pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Sumenep ini menegaskan, nilai-nilai dasar tersebut menjadi Manhajul Fikr (kerangka-nalar) dan Manhaj Al-Taghayyur Al-Ijtima’i (kerangka perubahan sosial) di mana gerak langkah organisasi dapat direkam dalam sejarah.

“Momentum terbesar atau kontribusi PMII adalah di saat melengserkan rezim Orde Baru dengan ‘student-power’ nya bersama organisasi mahasiswa lainnya. Kekuatan Orde Baru yang bertumpu pada tiga poros utama, yaitu militer, birokrasi dan Golkar tidak berdaya dengan aksi-aksi massal yang bergelombang dari para mahasiswa di penjuru negeri,” ulas Daman.

Lantas, ia melanjutkan, PMII telah bersikap tegas terhadap kekuasaan korup dan mengambil jarak dengannya. Saat ini, di era reformasi kekuasaan tidak lagi terpusat di pucuk kekuasaan (centered-power) tapi tersebar (distributed-power) yang memunculkan pemodal besar dan para oligarki yang berusaha mengendalikan negeri.

“Wajah baru kekuasaan ini tentu berpengaruh besar pada paradigma gerakan PMII sendiri. Terjadi polarisasi antara sahabat idealis dan sahabat pragmatis. Polarisasi ini terjadi karena kekuasaan sudah dekat dengan sahabat PMII,” lanjutnya.

Dirinya juga menyampaikan, beberapa anggota atau senior PMII telah menjadi bagian penting dari pemerintahan ini sehingga perjuangan akan terasa berat ketika harus mengelola kekuasaan ini untuk kepentingan masyarakat dan kemakmuran bangsa.

“Namun PMII tetaplah organisasi yang harus setia pada perjuangan dan ide-ide dasar kelahirannya. Di tengah himpitan kepentingan dan kekuasaan maka tentu kita tidak boleh abai terhadap rasa keberislaman kita yang moderat. Karena dasarnya adalah Ahlu Sunnah wal Jamaah dan nasionalisme, selain itu menjunjung tinggi hubbul wathan dan Resolusi Jihad. Dengan mengingatnya dalam darah juang kita, maka yakinlah PMII akan tetap berkibar dengan tangan terkepal dan maju ke muka. Selamat Hari Ulang Tahun ke-62, ‘Tranformasi Gerakan, Merawat Peradaban’,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga