Image Slider

Pesantren Babussalam Pasongsongan Bekali Santri Fiqih Wanita Sebelum Baligh

Pasongsongan, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Babussalam Soddara, Pasongsongan, menggelar seminar fikih wanita dengan tajuk ‘Mengetahui Seluk Beluk Darah Haid’ pada Jum’at (22/04/2022). Kegiatan yang berlangsung di aula setempat memberikan pemahaman pada santriwati saat memasuki usia baligh.

Acara yang juga memperingati Hari Kartini ini diikuti oleh seluruh santriwati, siswi, dan alumni Pondok Pesantren Babussalam Soddara, Pasongsongan serta masyarakat sekitar.

Kiai Zarnaji, Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Soddara hadir sebagai penyaji. Ia mengawali penyampaiannya dengan mengulas tugas pelajar dan pemudi Kartini dan pengetahuan seputar darah haid. “RA Kartini sebagai perempuan yang memperjuangkan emansipasi wanita,” kata alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Kendati demikian, menurutnya jauh sebelum Kartini, kaum perempuan sudah diangkat derajatnya oleh agama Islam. “Dari itulah, betapa beruntungnya kita memeluk agama Islam. Karena dalam agama ini juga diajarkan bagaimana menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda, dan menghargai perempuan,” ungkapnya.

Dirinya memaparkan, banyak hal terkait darah haid yang dialami perempuan. Pasalnya haid merupakan darah yang keluar dari Farji seorang perempuan setelah umur 9 tahun. Darah tersebut dibagi tiga macam, yakni haid, nifas, dan istihadhah.

“Perempuan harus memahami permasalahan yang akan dihadapinya, agar mengetahui cara penanganan dan tidak menyepelekannya di kemudian hari,” tuturnya.

Alumni Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini menegaskan, hukum perempuan mengetahui tentang darah itu Fardhu Ain.

“Misalkan tidak tahu dan sudah menikah, maka menjadi kewajiban adalah suami. Perempuan yang sudah haid itu harus cerdas dalam dua hal. Pertama, saat ia sudah hampir haid. Kedua, saat ia akan bersuci,” tegasnya.

“Perempuan dipastikan bahwa mempunyai tanda-tanda untuk kedua hal tersebut. Sehingga ia harus sigap saat akan haid dan mengecek kesucian saat darah sudah tinggal sedikit atau akan suci agar tidak ada shalat yang tertinggal,” lanjutnya.

Seminar ini banyak santriwati dan siswi yang bertanya seputar materi yang disampaikan oleh pemantik, seperti menanyakan permasalahan haid, cara membersihkan darah haid, dan yang lainnya.

Zulfiah salah satu tenaga pendidik di Pondok Pesantren Babussalam Soddara mengatakan, tujuan diadakannya seminar agar para santriwati bisa memahami betul permasalahan seputar haid.

“Seminar dengan materi haid ini untuk membekali para santriwati dan siswi yang memasuki usia baligh,” kata Ketua Syu’bah Al-Lughah Al-Arabiyah (SLA) Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk itu.

Zulfiyah juga menuturkan bahwa materi yang disampaikan penyaji membuat peserta antusias dan banyak yang mengetahui permasalahan tentang perempuan secara komperhensif.

“Karena selama ini memang belum tahu. Meskipun mudah mencari referensi, terkadang kurang valid sehingga salah memilih rujukan, maka kami mencoba menghadirkan referensi yang bersanad,” tutur Sekretaris Markaz Al-Lughah Al-Arabiyah (MLA) Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Ditambahkan, melalui seminar ini diharapkan keilmuannya valid dan teruji, serta tidak menimbulkan keragu-raguan. Terutama untuk membekali para santriwati dan siswi dalam menghadapi masa akil baligh. “Para santriwati dan siswi diharapkan bisa benar-benar dalam manajemen ibadahnya saat mengalami haid,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga