Image Slider

Prihatin dengan Kondisi Pendidikan, Ketua NU Sumenep: Kami Siap Divaksin

Batuan, NU Online Sumenep

Program Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah diberlakukan di sejumlah daerah sejak hari ini, Kamis, (14/1/2021). Sebelumnya, vaksinasi perdana dilakukan oleh pejabat publik di tingkat pusat, termasuk dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Rabu (13/1/2021).

Pasalnya, berdasarkan surat instruksi yang dikeluarkan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dengan nomor 818/PW/A-B/L/1/2021, vaksin tersebut telah melalui beberapa tahapan uji klinis guna memastikan keamanan dan kehalalan dengan merujuk kepada standar Internasional WHO Emergency Listing, US Food and Drug Administration / US FDA (EUA), dan European Medicines Agency / EMA (Conditional Approval).

Produk Vaksin Covid-19 Approval) dari Sinovac Life ScienceCo. LTD China dan PT Bio Farma (Persero) ini telah melalui tahapan pengkajian di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kemudian ditetapkan fatwa MUI dengan Nomor 02 Tahun 2021. Selain itu juga telah mendapatkan persetujuan penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Atas dasar itu, melalui surat edaran, ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid-19.

Sebagai ikhtiar menuntaskan keterpukuran dari Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini, KH. A. Pandji Taufiq, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, menyatakan siap divaksin bilamana dinyatakan layak oleh dokter.

“Atas nama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, jika dinyatakan layak oleh pihak dokter, saya siap divaksin,” tutur beliau saat dihubungi via WhatsApp oleh NU Online Sumenep.

Beliau berharap, agar proses vaksinasi yang dijalankan secara bertahap oleh pemerintah itu bisa berjalan dengan lancar. Sehingga kehidupan sosial bisa kembali seperti semula.

“Sebagai masyarakat, mari kita indahkan instruksi dan arahan dari para ahli untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Agar pandemi ini segera berlalu,” ungkap beliau.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep itu juga menyayangkan kondisi dunia pendidikan yang sampai detik ini belum bisa melaksanan proses belajar mengajar dengan tatap muka.

“Jadi, mari semua bergerak untuk bersama-sama melawan pandemi ini. Agar pendidikan kembali berjalan normal. Karena masa depan anak bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan hari ini,” pungkasnya.

Pewarta : Ibnu Abbas
Editor : A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga