Lenteng, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep kembali melanjutkan agenda turun ke bawah (turba) yang dikemas dengan Silaturahim Penguatan Jam’iyyah dan Jama’ah. Kali ini, yang disapa Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengurus Ranting se-Kecamatan Lenteng. Kegiatan dipusatkan di aula MWCNU setempat, Ahad (20/03/2022).
Rais PCNU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini menuturkan, silaturahim penguatan jam’iyyah dan jama’ah bukan ajang mencari kesalahan, tetapi untuk menyempurnakan beberapa kekurangan dan memberikan solusi terbaik agar NU di akar rumput lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat.
“Jangan suka mencari kesalahan orang lain. Tapi carilah kesalahan diri sendiri,” ujar Kiai Hafidzi.
Menurutnya, sikap saling menyalahkan antar sesama, utamanya antar pengurus ataupun Nahdliyin secara umum merupakan hal yang tidak layak dilalukan. Apalagi, tambahnya, narasi dalam menyalahkan tersebut disampaikan di media sosial.
“Hindari itu, mari berbenah diri dan berkaca bahwa kita juga masih memiliki banyak kekurangan,” harapnya.
Menurut beliau, tim yang bertugas dalam silaturahim penguatan jam’iyyah dan jama’ah tersebut nantinya akan memberikan solusi dan rekomendasi pada pengurus NU setempat guna peningkatan program yang dijalankan, baik yang sifatnya diniyah ataupun ijtimaiyah.
“Saya berharap nanti pengurus akan memiliki semangat baru dalam mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq mengungkapkan bahwa turba bukan hanya bersifat seremonial saja. Lebih dari itu, kegiatan ini harus dirasakan manfaatnya bagi pengurus MWCNU dan PRNU se-Kecamatan Lenteng.
“Selain mengevaluasi sampai dimana manfaat Nahdlatul Ulama bagi warga, kami juga menyerahkan modul penguatan ranting NU secara kelembagaan,” pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua MWCNU Lenteng, Kiai Moh Saleh Hasan menegaskan, tujuan diadakan turba ini untuk menjalin Ukhuwah an-Nahdliyah dan mempererat rasa persaudaraan.
“Turba PCNU Sumenep ini dilakukan secara bersama-sama agar kita bisa lebih baik lagi dalam merawat dan berkhidmat di organisasi ini. Pasalnya, NU adalah rumah bersama yang dibangun untuk melanjutkan perjuangan muassis dan ulama terdahulu,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa dengan adanya turba ini, kami merasa didampingi oleh PCNU Sumenep untuk melaksanakan program kerja yang sudah direncanakan untuk lima tahun ke depan. Selain itu, juga sebagai bahan evaluasi sejauh mana dampak dari gerakan yang sudah dilakukan.
“Kami mohon pendampingan ke depannya dalam rangka meningkatkan kinerja kepengurusan dan menjalankan program kerja yang telah dicanangkan,” pungkasnya.
Acara ini ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Lenteng, lembaga, banom, dan pengurus ranting NU se-Kecamatan Lenteng.
Editor : Ach. Khalilurrahman

