Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Jajaran Pengurus Keluarga Alumni Falak Annuqayah (KAFA) Guluk-Guluk masa khidmat 2022-2024 resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilangsungkan di Aula Sekretariat Pondok Pesantren Annuqayah Sabtu (26/02/2022) malam. Pada momentum itu, KAFA telah memetakan program terbaiknya untuk berkhidmat kepada masyarakat.
Ketua KAFA Guluk-Guluk Ustadz Fathor Rozi mengatakan, program pertama yang akan dijalankan adalah penguatan kaderisasi di kepengurusan Lajnah Falakiyah Annuqayah. Pada program itu, KAFA memiliki 20 orang kader LFA yang saat ini aktif menjadi pengurus.
Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur juga menyatakan, dalam berorganisasi mirip siklus perjalanan hidup, yaitu melalui tahap demi tahap. Tahap awal adalah niat dan itikad baik, kemudian berproses, mengalami dinamika, bahkan perdebatan pro dan kontra.
“Namun, apapun tantangan yang dihadapi harus tetap mengacu pada tahap awal yakni niat dan itikad berkhidmah untuk LFA dan masyarakat. Juga harus mengisi dan melengkapi agar terwujud KAFA yang berjaya dan bermartabat,” ujarnya disambut aplaus hadirin.
Pada kesempatan ini, Kiai Abd Karim Thaha selaku Ketua Pelaksana Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Annuqayah berpesan kepada pengurus yang baru dikukuhkan, hendaknya senantiasa mengaktualisasikan nilai Mabadi’ Khaira Ummah. Dalam pergerakan, harus satu visi dan satu pandangan.
“Landasannya the truth (as-shidqu dan al-amanah). Ingatlah pesan Hadratussyekh M Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi ‘Janganlah seperti domba-domba yang berpencar di padang terbuka hanya karena auman seekor serigala.’ Naudzubillah,” ujarnya.
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding ini juga mengingatkan pengurus harus mengikuti arahan dan petunjuk para kiai dalam menjalankan roda organisasi.
“Selain itu, pengurus juga tidak boleh merasa telah melakukan perjuangan besar bagi KAFA. Sebab, perasaan demikian membuka ambang kehancuran bagi sebuah organisasi. Kiai Karim menyampaikan bahwa ada dua hal yang banyak manusia tertipu karenanya, yakni kemampuan dan kesempatan. “Kemapanan, merasa mapan itu penyakit,” pungkas beliau.
Untuk diketahui, pengurus KAFA yang berjumlah 24 orang ini dikukuhkan oleh Ketua Dewan Konsultan KAFA, yaitu Ustadz Ahmad Faidal.
Editor : Ach. Khalilurrahman

