Image Slider

Santri Annuqayah Raih Piala Gubernur DIY sebagai Juara Umum di Sukarabic Fest VIII se-Asia Tenggara

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Putri Guluk-Guluk Sumenep kembali mencatat prestasi gemilang sebagai Juara Umum Bertahan Tingkat Asia Tenggara dalam ajang Sukarabic Fest VIII se-Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Lebih fantastis lagi, pada perhelatan Sukarabic tahun ini, piala Juara Umum dipersembahkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kompetisi ini berlangsung sejak Kamis-Sabtu (11-13/09/2025). Dalam lomba Bahasa Arab ini, Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri sukses mempertahankan gelar Juara Umum, sebagaimana capaian yang telah diraih pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2018, 2019, 2023, dan 2024.

Prestasi ini semakin mempertegas posisi Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri sebagai salah satu lembaga pesantren yang konsisten menorehkan prestasi dari proses belajar bahasa Arab, baik skala nasional maupun internasional.

Berikut perolehan peringkat seluruh peserta delegasi Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri:

  1. Esai Bahasa Arab: Rosyidah Dzatil Basyiri Juara 1 dan Raihanah Rahman Harapan 3.
  2. Puisi Bahasa Arab: Atnawiyah Juara 2 dan Choirun Nisa’ Peringkat 7.
  3. Menyanyi Bahasa Arab: Nur Diana Juara 2 dan Zainatul Widad Harapan 1.
  4. Ekspresi Cerita Bahasa Arab: Silmi Abidah Kamilia Juara 3 dan Kaukabud Durriyah Harapan 1.
  5. Debat Bahasa Arab: Syati’ul Jannah Quarter Final, Khatimatul Husna Quarter Final, dan Ulfatul Aluf Afdhalul Mutanadzir.
  6. Pidato Bahasa Arab (Siswa): Shoimah/Harapan 1 dan Syifa Indana Hasani Harapan 2.
  7. Pidato Bahasa Arab (Mahasiswa): Nur Zakiyatul Khairoh Peringkat 13 dan Mamluatut Tartila Peringkat 9.
  8. Baca Kitab: Unsyah Peringkat 18 dan Ulul Maghfiroh Peringkat 14.

Prestasi tersebut tidak terlepas dari persiapan yang matang. Ketekunan dan kedisiplinan dalam belajar, kerja sama, dukungan, dan doa dari banyak pihak menjadi beberapa faktor penting dalam pencapaian ini, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Ustadzah Faizatin.

“Gelar Juara Umum ini merupakan bukti dari sinergi seluruh keluarga pesantren, mulai dari santri yang tekun dan disiplin dalam belajar, guru yang konsisten melakukan bimbingan, orang tua yang memberikan kepercayaan, dan alumni (IAA Jogja) yang memberikan pendampingan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa proses belajar ini tidak mudah, terlebih Annuqayah Lubangsa Putri memiliki tanggungjawab dan harapan untuk mempertahankan Juara Umum.

Oleh karena itu, strategi dalam perlombaan ini benar-benar harus disiapkan dan direncanakan dengan tetap memberikan atensi yang kuat pada inti dari belajar itu sendiri.

“Dalam proses belajar apapun memang butuh strategi yang tepat agar membuahkan hasil, terlebih dalam perlombaan,” lanjutnya.

Menurutnya, esensi dari perlombaan ini adalah proses belajar, dan jika menang berarti bonus atas proses belajar itu.

“Jadi, strategi yang kami rancang adalah strategi belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil berupa piala, melainkan bagaimana setiap santri bisa mengetahui arti perjuangan dan tanggung jawab secara langsung, serta menumbuhkan mental juara dan semangat kompetisi yang sehat dalam dirinya, agar prestasi yang diraih tidak hanya menjadi hasil sesaat,” ungkapnya.

Terhadap pencapaian yang telah diraih, salah satu delegasi menyampaikan bahwa apa yang dicapai hari ini adalah bukti dari sebuah pengorbanan, sebagaimana disampaikan oleh Rosyidah Dzatil Basyiri yang akrab disapa Kak Ros sebagai Juara 1 Esai Bahasa Arab.

“Dari ini, saya semakin percaya bahwa di balik segala apa yang bisa kita capai saat ini, pasti ada pengorbanan. Ketika kita bertekad untuk suatu hal, maka di situ, kita juga harus rela untuk mengorbankan sesuatu,” terangnya.

Selain itu, Ulfatul Aluf, yang meraih the best speaker dalam Lomba Debat Bahasa Arab juga menyampaikan bahwa apa yang diraihnya adalah bentuk dari komitmen untuk tidak menyerah.

“Intinya bagi saya, tidak ada alasan untuk menyerah. Karena saya selalu percaya, setiap sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya, selalu percaya kalau rencana Tuhan itu pasti indah. Tuhan lebih Tahu dari kita. Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya,” tuturnya.

Terakhir, pihak pesantren berharap bahwa kemenangan ini mempu dijadikan pengingat bahwa kekuatan sinergi antara akhlak, ilmu, kerja keras, dan kerja sama adalah kunci dari keberhasilan proses balajar santri.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga