Image Slider

Santri Lubangsa Sabet Juara Kaligrafi se-Asia Tenggara

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Dua santri Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep dinobatkan sebagai juara satu dan dua lomba kaligrafi se-Asia Tenggara dalam kegiatan Bulan Kesenian dan Kebudayaan Arab 2022 yang diadakan oleh Persatuan Bahasa Arab Komunikasi (Pebakom) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Malaysia. Mereka adalah Zainur Rifandi Yusuf dan Ahmad Noeruzzaman.

Perlombaan ini diselenggarakan sejak tanggal 12-15 Januari 2022 kemarin serta diikuti oleh banyak peserta yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Perlombaan yang diselenggarakan dengan sistem daring ini tidak mematahkan semangat santri Annuqayah Daerah Lubangsa untuk tetap berkompetisi dan menunjukkan bakatnya di even perlombaan se-Asia Tenggara itu.

Rifandi merupakan sosok yang sejak kecil sudah mulai menyukai seni kaligrafi Arab. Selain itu, Rifandi juga sering membuka jasa pembuatan kaligrafi timbul yang dipakai di masjid-masjid. Sejak usia 9 tahun, ia sudah belajar seni-seni dalam kaligrafi.

Ia menyukai seni ini karena termotivasi kakaknya yang sejak kecil sering melukis tulisan Arab dengan berbagai macam khat dan jenisnya.

“Jadi itu yang membuat saya suka dengan kaligrafi karena termotivasi dari kakak,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa salah satu motivasi ikut lomba ini adalah untuk memuliakan Al-Qur’an, kitab umat Islam.

“Karena sebaik-baiknya orang adalah khairukum man ta’allamal Qur’an,” ungkapnya.

Kendati demikian, Rifandi juga menjelaskan tujuan dalam mengikuti lomba ini adalah untuk memasyarakatkan Al-Qur’an. Menyukai di bidang kaligrafi tujuannya adalah untuk mengenalkan ayat-ayat Al-Qur’an kepada masyarakat.

“Harapan kami, ke depannya adalah kami ingin memakmurkan Al-Qur’an dengan sentuhan seni kaligrafi, khususnya di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Sedangkan Ahmad Noeruzzaman merupakan pria asal Pantai Utara itu, seni lukisnya memang sudah ia tekuni sejak di bangku Sekolah Dasar. Dan sampai saat ini masih aktif belajar kaligrafi di Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa.

Dirinya juga mengaku bahwa dengan mengikuti lomba se Asia Tenggara ini, ia sangat senang. Bahkan baginya ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa.

Alhamdulillah dengan saya mendapatkan juara ini adalah barokah dari doa kedua orang tua, guru-guru, serta pembina yang sangat luar biasa membimbing kami. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” katanya.

Sementara itu, Moh Khotami HS selaku Pengurus Seksi Pendidikan, Pengajaran, dan Pengembangan Keilmuan (P2PK) Lubangsa mengapresiasi Tim pengurus Lubangsa atas kerjasamanya dalam membantu handle, take video, dan lainnya untuk proses perlombaan ini.

Alhamdulillaah. Selamat Rifandi dan Ahmad Noeruzzaman. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Terus semangat berkarya. Barakallah,” jelasnya.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga