Image Slider

Seluruh Banom NU Amankan Kedatangan Rais ‘Aam PBNU dengan Pagar Betis

Bluto, NU Online Sumenep

Pada hari Senin (1/3/2021), seluruh Badan Otonom (Banom) NU berkumpul di Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Kecamatan Bluto. Kehadirannya untuk mengamankan kedatangan KH Miftachul Akhyar selaku Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, masa khidmat 2020-2021.

Sinergitas antara Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP), dan Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep, terlihat kompak menempati posisinya masing-masing sesuai hasil rapat kepanitiaan. Di tempat yang berbeda, Detasemen Wanita Serbaguna (Denwatser) dan Kopr Pelajar Putri (KPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), ikut serta mengamankan acara di area putri.

A Rofiq menyatakan bahwa, ada sekitar 450 lebih pagar betis yang berada di torotoar jalan raya sampai ke lokasi atau kediaman KH M Ramdlan Siradj.

Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU Sumenep tersebut mengutarakan bahwa, ada 150 Pramuka, 250 IPNU, dan ditambah lagi pasukan Banser yang berada di garda terdepan. Semua pagar betis yang berada di jalan raya merupakan gabungan siswa MTs dan MA Nurul Islam, Banom NU, dan Sako Ma’arif NU.

“Ini disiapkan khusus untuk menyambut kedatangan Rais ‘Aam PBNU dan memeriahkan Resepsi Hari Lahir (Harlah) NU ke 98,” ungkap tenaga pendidik MTs Nurul Islam Karangcempaka Bluto.

Di kesempatan yang berbeda, K Kurdi Mu’arif selaku Ketua Satuan Informasi dan Komunikasi (Kasat Infokom) Satkorcab Banser Sumenep menegaskan bahwa, sekitar 100 Banser yang turun ke lapangan. Mereka ditugaskan berbagai pos yang berbeda demi mengamankan acara dan mengatur kendaraan bermotor yang masuk ke lokasi.

Mantan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Pragaan tersebut menjelaskan bahwa, ada enam pos dalam mengamankan acara.

“Pos pertama di atas panggung; kedua di pintu gerbang acara (karpet merah); ketiga di depan kediaman pengasuh pesantren; keempat di jalan raya bersama Sako Pramuka Ma’arif NU; kelima parkir mobil; keenam parkir sepeda motor,” ulasnya.

Kiai sepuh yang selalu mengawal kegiatan NU mengajak kepada masyarakat, khususnya nahdliyin untuk berkhidmat dengan ikhlas.

“Semua yang saya lakukan, tidak lain ngalap barakah muassis. Semoga yang berada di lokasi dianggap santrinya Hadaratussyekh KH M Hasyim Asy’ari,” pungkasnya.

Pewarta: Firdausi
Editor: Abd Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga