Kota, NU Online Sumenep
Program NU Sumenep Menyapa yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mewujudkan kepeduliannya kepada ribuan guru ngaji di Kabupaten Sumenep. Kegiatan Ramadhan tersebut merupakan gerakan kolaboratif seluruh elemen NU Sumenep di semua tingkatan dalam memuliakan dan apresiasi atas peran guru ngaji selama ini.
Ketua Panitia NU Sumenep Menyapa, Kiai Quraisy Makki mengatakan, bahwa ada 1.482 guru ngaji yang menerima manfaat program NU Sumenep Menyapa tersebut. Pencapaian tersebut merupakan himpunan program serupa yang tersebar di berbagai MWCNU, Pengurus Ranting NU, lembaga dan badan otonom (banom) NU di Sumenep.
“Alhamdulillah, kegiatan buka bersama dan aksi kepedulian kepada guru ngaji ini melampaui target, yakni dari rencana awal yang hendak menyasar seribu guru ngaji,” ujarnya, Ahad (01/05/2022).
Ia menyebutkan, pencapaian tersebut berkat kerja sama tim yang solid dalam membangun kesadaran Taqwiyatul Jamiyah wa Tandzimul Jamaah atau menguatkan jamiyah dan menyatukan jamaah.
“Ini berkat kerja sama seluruh elemen NU Sumenep, baik di tingkatan PCNU, MWCNU, PRNU, atau pun lembaga dan banom NU,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Panitia NU Sumenep Menyapa, Nurus Syamsi menyampaikan harapan agar program ini hendaknya dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di kemudian hari. Ia berharap, gerakan koordinatif dan konsolidatif ini semakin baik dan kuat.
“Sebab, hal ini merupakan kekayaan terpendam yang dimiliki oleh ormas terbesar di dunia Nahdlatul Ulama,” katanya.
Disinggung soal kendala, Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sumenep ini mengaku cukup beragam. Baik kendala yang bersifat internal atau pun eksternal.
“Mungkin yang paling menonjol adalah sejumlah MWCNU dan Ranting NU yang kurang paham terkait konsep kegiatan, serta kurang maksimalnya kepanitiaan soal job disc. Makanya, evaluasi menuju arah yang lebih baik perlu dilakukan,” tutupnya.
Editor: Ibnu Abbas

