Rubaru, NU Online Sumenep
NU Care Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama MWCNU (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rubaru menggelar sosialisasi program Beasiswa Santri, atau yang lebih dikenal dengan istilah Beasantri, Jum’at (4/2/2022).
Bertempat di Masjid Mambang Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Sumenep, sosialisasi tersebut dilakukan saat acara Haul Muassis dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU Ke-99 oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bunbarat.
Ketua NU Care LAZISNU Rubaru, Sudirman mengatakan, program Beasantri tersebut adalah satu diantara sekian banyak amanah para Muassis NU dan para ulama untuk terus menebar manfaat kepada masyarakat. Karenanya, Beasantri menurutnya merupakan langkah tepat dalam berkontribusi di dunia pendidikan.
“Program ini merupakan amanah para pendiri NU dan amanah para ulama, agar terus menebar manfaat yang luas melalui LAZISNU,” ujarnya.
Dirinya lantas menambahkan, bahwa dana yang dihimpun untuk program Beasantri bersumber dari donasi masyarakat, baik dihimpun melalui kotak amal maupun koin. Hal itu dilakukan guna memudahkan dan akan disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sehingga dana tersebut lebih bermanfaat,” imbuhnya.
Program Beasantri tersebut, nantinya akan disalurkan kepada beberapa siswa mulai dari tingkat SD/MI sederajat sampai SMA/MA sederajat di Kecamatan Rubaru.
Lebih lanjut Sudirman menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan tindak lanjut dari himbauan LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Sebuah program yang berkelanjutan dan konsisten setiap bulan diberikan kepada yang berhak menerima.
Di kesempatan itu, Sudirman juga menjelaskan tentang pentingnya berzakat, infak dan shadaqah melalui lembaga NU yang resmi legalitasnya diakui eh pemerintah, yakni LAZISNU. Sebab dirinya bertekad untuk selalu hadir memberikan solusi bagi setiap yang membutuhkan.
“Disekitar kita masih banyak sekali anak-anak yatim, fakir dan dhuafa atau bahkan disabilitas yang belum mendapatkan perhatian khusus. Di Rubaru saja ada tiga anak yang tidak punya kaki,” ungkapnya.
Berkat atensi penuh yang dilakukan NU Care LAZISNU Rubaru, satu di antara tiga anak tersebut sudah diproses pengukuran kaki palsu. Sedang dua anak lainnya masih dalam proses penggalangan dana.
Menanggapi hal itu, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bunbarat, Kiai Nida memberikan tanggapan positif atas ide tersebut dan mendukung penuh komitmen LAZISNU Rubaru dalam menebar manfaat.
“Saya siap mengajak warga NU Bunbarat dan masyarakat secara umum untuk berdonasi ke LAZISNU melalui Ranting. Karena LAZISNU merupakan rumah sendiri dan sudah diakui oleh pemerintah dalam pengelolaan ZIS,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

