Addul adalah orang Madura yang pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Sesampainya di Mekah, ia sangat terkagum-kagum dan terheran-heran dengan gemerlapnya lampu di Masjidil Haram.
Dengan tenangnya dia berkeliling di sekitar Masjidil Haram dan masuk ke Masjidil Haram untuk mengobati keingintahuanya pada gemerlapnya Masjidil Haram. Sesampainya di dalam Masjidil Haram, ia manggut-manggut seperti paham sesuatu.
Akhirnya dia kembali ke maktabnya dan menyampaikan kesimpulannya kepada teman-temannya penuh percaya diri.
Addul: “Pantas saja Masjidil Haram lampunya terang benderang seperti itu, wong AKI-nya yang ada di tengah-tengah sebesar dapur di Madura”
Teman-temannya: “Aduh…. Itu Ka’bah bukan AKI Dulll…..”
Addul: “$&#(#+_-$!#($-_”
Penulis: Fahri Farghiz

