Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Sebagai bentuk follow up dari pertemuan pimpinan atau rektor Pendidikan Tinggi (PT) se-Kabupaten Sumenep bulan lalu di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), kali ini pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) Sumenep menggelar silaturrahmi tahap dua di ruang sidang Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk dengan tajuk ‘Pembangunan SDM Sumenep’, Sabtu siang (3/4/2021).
KH A Pandji Taufiq mengutarakan bahwa LPT NU memiliki perhatian pada pembangunan insan akademis yang bermutu, religius, moderat, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dengan membentuk jaringan dan kolaborasi di antara berbagai pendidikan tinggi di Kabupaten Sumenep.
Ketua PCNU Sumenep juga menyampaikan pesannya agar forum pendidikan tinggi ini dapat melakukan kerja-kerja yang kolaboratif keumatan, baik penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Semoga di forum kedua ini, Tridharma perguruan tinggi bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM),” harapnya kiai yang juga alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.
Di saat yang sama, Ahmad Shiddiq menjelaskan bahwa forum pimpinan PT sebagai media konsolidasi dan sinergitas antar PT dalam merespon isu-isu nasional, regional dan lokal baik kebangsaan, sosial dan pendidikan.
Ketua LPT NU Sumenep juga menambahkan bahwa selain ajang silaturrahmi, terbentuklah kepengurusan forum pimpinan PT Kabupaten Sumenep dengan formasi, yaitu KH Mohammad Husnan sebagai ketua, Syaifurrahman selaku sekretaris, dan Syaiful A’la diamanahi bendahara. Selain itu, tersepakatilah penandatanganan nota kesepahaman antara LPT NU dengan seluruh PT tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat demi peningkatan kualitas SDM.
“Jadi, lewat nota kesepahaman ini, kami bisa berkolaborasi dalam riset dan pengembangan SDM, serta menyelenggarakan kegiatan ilmiah kajian, seminar dan lokakarya,” ujarnya.
Tak sampai di situ, bisa saling bertukar informasi yang semata-mata hanya digunakan untuk kepentingan yang berhubungan dengan sinergitas dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi.
“Nota kesepahaman ini berlaku sejak ditandatangani oleh para pihak dalam kurun waktu tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis, serta dapat diakhiri dengan pemberitahuan tertulis enam bulan sebelum waktu berakhir. Insyaallah ada tindak lanjut dari kegiatan ini, yakni melaksanakan pertemuan 3 bulan sekali antara pimpinan PT secara bergiliran,” pungkasnya.
Acara dihadiri oleh rektor IST Annuqayah Guluk-Guluk, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) Ganding, Institut Dirasat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan, Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Institut Kariman Wirayudha (Inkhada) Gapura, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (Staim) Tarate.

