Image Slider

Tolak Tambang Fosfat, Pemuda Ganding Gelar Orasi Lingkungan dan Pagelaran Seni

Ganding, NU Online Sumenep

Penolakan terhadap rencana perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan penambangan fosfat di Sumenep semakin menggurita. Seperti yang dilakukan oleh sekumpulan pemuda Ganding, Sabtu (30/02/2021) di pendopo Kecamatan Ganding. Acara ini mengusung tema “Ajhege Lingkungan Ka Angguy Na’ Poto”. 

Terlibat dalam kegiatan ini meliputi Solidaritas Sadar Lingkungan (Solid), Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Ganding, Komunitas Seni Globang (KING), dan Forum Komunikasi Masyarakat Sumenep (FKMS).

Serimonial ini langsung dibuka dengan Tahlil yang dipimpin oleh K. Helmi. Yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat dan lagu Solidaritas yang dibawakan oleh Komunitas Seni Global (KING).

Rusdy selaku Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Ganding menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bukti nyata atas penolakan penambangan Fosfat di Sumenep, khususnya di daerah Ganding.

“Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar penolakan kita atas rencana penambangan fosfat. Mengingat, sepanjang yang kita ketahui bahwa kegiatan tambang fosfat tersebut lebih banyak masalahnya,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Irwan Hayat menyampaikan, bahwa fosfat menjadi perbincangan atau isu hangat akhir akhir ini. Tambang fosfat memiliki dampak yang cukup merugikan terhadap masyarakat atau daerah yang akan dieksploitasi.

“Misalnya lingkungan akan mengalami kekeringan bahkan juga banjir,” ungkap legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil 3 ini.

Sekretaris Jenderal Densus 88 Korwil Madura tersebut juga menyebutkan, bahwa rencana perubahan RTRW  hanya akan melegalkan pertambangan.

“Menurut kami, jika itu dilakukan hanya akan menjadi dasar untuk melegalkan pertambangan. Khususnya pertambangan fosfat yang kebetulan salah satu objeknya ada di salah satu desa di Kecamatan Ganding,” ungkapnya saat di wawancarai pcnusumenep.or.id.

Sementara itu, Mohammad Ruli menuturkan, akibat dari tambang fosfat akan banyak ditanggung oleh masyarakat. Karena lingkungan tempat berdiam masyarakat disinyalir akan rusak.

“Kami tidak ingin lingkungan kita rusak. Tentu, kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat. Nanti, akan ada lagi upaya lain yang akan dilakukan dalam rangka menolak pertambangan fosfat ini,” pungkasnya.

Editor: Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga