Batang-Batang, NU Online Sumenep
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah berlangsung, Rabu (09/12/2020) tempo kemarin. Sumenep merupakan salah satu Kabupaten yang melaksanakan perhelatan lima tahunan tersebut.
Setiap dilaksanakan pesta demokrasi, perbedaan di dalamnya pasti terjadi dari masing-masing calon ataupun pendukungnya. Menanggapi Pilkada Sumenep tahun ini, respon dan apresiasi juga datang dari tokoh agama dan masyarakat. Salah satunya respon dari Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batang-Batang, K. Masyhuri.
“Setiap perbedaan pasti ada, karena semua merupakan bagian dari demokrasi. Semakin dekat pemilu semakin memanas tensi masyarakat dalam menunjukkan fanatisme terhadap pasangan calon (paslon) yang didukung,” tutur K. Masyhuri saat dihubungi NU Online Sumenep, Kamis (10/12/2020).
Segela bentuk perbedaan pilihan, itu tidak masalah. Semua berhak menentukan pilihan dan memeriahkan perhelatan demokrasi ini. “Dengan catatan, bukan politik praktis dan kekuasaan yang ingin dicapai, akan tetapi lebih kepada politik kebangsaan,” tambahnya.
Ia pun juga menyerukan, agar tidak memecah belah persatuan dan merajut kembali persaudaraan yang telah tercerai-berai, akibat ego masing-masing yang bergejolak sebelum Pilkada ataupun hingga pelaksanaan Pilkada.
“Mulai hari ini, mari kita rajut kembali persatuan dan persaudaraan antar sesama warga negara (Ukhuwah Wathaniyah), antar sesama umat beragama (Ukhuwah Islamiyah), yang selama ini merasakan hiruk pikuk Pilkada. Kita utamakan persatuan, karena itu merupakan hakikat demokrasi,” jelasnya.
Dirinya juga berharap kepada seluruh masyarakat, agar tetap berpijak pada keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep selaku penyelenggara Pilkada. “Pemilu sudah selesai, siapa yang terpilih itulah bupati kita. Tunggu saja hasil resmi dari KPU,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut di atas juga diperkuat oleh K. Matlawan, selaku tokoh masyarakat Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang. “Kita hanya beda pilihan, bukan berarti harus merenggangkan persaudaraan. Mari ikat kembali Ukhuwah Islamiyah,” tandasnya.
Pewarta: Moh. Khoirus S
Editor: Abdul Warits

