Image Slider

Workshop Kolaboratif, Komitmen Lakpesdam NU Sumenep dalam Penguatan Ranting

Batuan, NU Online Sumenep
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep terus berupaya menguatkan kelembagaan ranting. Salah satunya dibuktikan dengan menggelar Workshop Kolaboratif, pada Selasa (21/9/2021), bertempat di lantai 2 Kantor PCNU setempat.

Hadir dalam acara ini, Rais PCNU Sumenep KH. Hafidhi Sarbini, Ketua PCNU Sumenep KH. A. Pandji Taufiq, lembaga di bawah naungan PCNU Sumenep dalam hal ini, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU).

Ketua PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq mengatakan bahwa keseriusan Lakpesdam NU Sumenep dalam menguatkan ranting sudah sangat konkret. Dibuktikan dengan sistem dan mekanisme yang baik untuk mendiagnosa ranting yang aktif maupun yang tidak aktif.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT, karena Lakpesdam terus berupaya mendorong PCNU, khususnya lembaga untuk terus berkhidmat ke masyarakat. Bahkan konkrit berkhidmat ke ranting,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Menurut Kiai Pandji, sapaan akrab beliau, dinamika ke-NU-an di ranah ranting, menjadi tonggak eksistensi NU di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), PCNU dan seterusnya.

Bahkan di kesempatan itu Kiai Pandji juga menegaskan bahwa keaktifan pengurus NU bukan hanya ketika sering hadir ke setiap pertemuan atau rapat di PCNU saja. Melainkan juga turun langsung hadir ke kegiatan-kegiatan ranting, juga bagian dari berkhidmat di NU.

“Aktif di ranting adalah sejauh mana kita berjamaah dan berjamiyah serta masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat,” terangnya.

Meski begitu, Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep itu bersyukur dan bangga, sebab keaktifan ranting NU di Sumenep sudah nampak ke permukaan.

“Salah satunya nampak ketika kegiatan-kegiatan Muharram. Banyak ranting yang turut memeriahkan momentum hari besar Islam itu. Bahkan yang juga membanggakan, di acara tersebut dikemas dengan santunan anak yatim. Ini perlu terus di dorong agar lebih merata di seluruh ranting se-Sumenep,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumenep berharap agar semua elemen struktural NU dapat bersinergi dalam rangka menguatkan kelembagaan ranting. Salah satu upayanya dalam membangun sinergi tersebut dengan menggelar Workshop Kolaboratif melibatkan seluruh lembaga di bawah naungan PCNU Sumenep.

“Selama ini kami terus melakukan pendampingan ranting di beberapa MWCNU. Hal itu kami lakukan guna mendiagnosa dan mendeteksi ranting yang aktif dan tidak aktif. Sehingga menjadi penting bagi kita membagi peran guna menjawab persoalan yang ditemukan selama melakukan pendampingan,” pintanya kepada seluruh lembaga yang hadir.

Tausiyah ke-NU-an oleh Rais PCNU Sumenep, KH. Hafidhi Sarbini mengakhiri seremonial acara yang berlangsung dengan khidmat itu. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yakni Workshop Kolaboratif yang difasilitatori oleh KH. Mahmudi Zain, Penasihat Lakpesdam NU Sumenep.

Indikator Ranting Ideal Menurut Lakpesdam NU Sumenep

Dalam melakukan pendampingan dan mengasesmen ranting, Lakpesdam NU Sumenep telah membuat beberapa indikator pencapaian ranting ideal. Beberapa indikator tersebut kemudian di musyawarahkan dengan semua elemen struktural NU guna membagi peran dan menyamakan persepsi.

Di antara beberapa indikator tersebut adalah, Pengurus Ranting, pertemuan rutin, kegiatan sosial, sekretariat, Pengurus Anak Ranting dan data base. Dari enam indikator tersebut, kemudian diklasifikasikan dalam empat ranting ideal. Yakni, dikatakan ranting ‘kuat’ ketika memenuhi enam indikator, dikatakan ranting ‘sedang’ ketika memenuhi 3 indikator, dikatakan ‘lemah’ ketika memenuhi satu atau dua indikator, dan dikatakan mati ketika tidak memenuhi semua indikator tersebut.

Workshop Kolaboratif Penguatan Ranting yang digelar Lakpesdam NU Sumenep itu merumuskan beberapa langkah strategis yang dilakukan bersama-sama sehingga diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam penguatan ranting.

Eko, sapaan akrabnya, menyebutkan selama ini pihaknya telah melakukan pendampingan di 6 MWCNU dengan jumlah total ranting sebanyak 58. Dari hasil temuannya, tidak ada ranting yang dianggap kuat, ada 13 ranting yang dikategorikan sedang, 44 ranting yang lemah dan ada 1 ranting yang dikategorikan mati.

“Kami melakukan pendampingan di 6 MWCNU, dengan jumlah ranting keseluruhan sebanyak 58 ranting. Nantinya kami berharap dari Workshop Kolaboratif ini bisa lahir kemufakatan dan membagi peran dalam penguatan ranting,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga