Gapura, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura menggelar Upacara Hari Santri dengan menggandeng Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Gapura, Jum’at (22/10/2021). Di halaman SMP Negeri setempat.
Peserta upacara terdiri dari jajaran dewan guru dan siswa. Pemimpin Upacara dipimpin oleh Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gapura. Pasukan Pengibar Bendera dibawakan oleh siswa SMP Negeri Gapura. Dan paduan suara dimainkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Gapura.
Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara, yakni KH. Muhammad Kamalil Ersyad. Turut hadir mendampingi, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Gapura, diantaranya Rais, KH. Fadhail, Ketua, KH. Moh. Alwi, Wakil Ketua, Kiai Fathol Bari. Ketua PAC GP Ansor Gapura, Marzuki, dan Ketua PAC IPNU Gapura, Fathor Rosy.
KH. Muhammad Kamalil Ersyad, yang juga merupakan A’wan MWCNU Gapura menyampaikan bahwa santri sebagai generasi penerus bangsa hendaknya memegang teguh Akhlaqul Karimah. Sebab tongkat estafet perjuangan bangsa Indonesia di masa yang akan datang, menurut beliau, ada di tangan para santri.
“Karena baik atau buruknya bangsa ini di masa mendatang, ada di tangan kalian. Indah atau suramnya bangsa ini juga ada di tangan kalian,” ungkap beliau dihadapan para guru dan siswa SMP Negeri Gapura.
Tidak hanya itu, Kiai Ersyad, sapaan akrab beliau, juga menambahkan agar para santri juga memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Sejarah membuktikan, kontribusi besar kaum sarungan untuk bangsa ini telah banyak mengisi sendi-sendi kehidupan.
“Mustahil, seorang santri bisa ikut memajukan bangsa tanpa memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Karena itu, seriuslah dalam menuntut ilmu,” imbuh beliau.
Ilmu pengetahuan yang luas itu, menurut Kiai Ersyad harus pula ditopang dengan kreativitas. Sebab Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah-ruah di negeri ini, harus dikelola dengan baik. Agar bisa dikelola dengan baik, tentu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Karenanya, Guru di Madrasah Aliyah (MA) Nasy’atul Muta’allimin Gapura itu menekankan pentingnya para santri mengasah kreativitas. “Pengangguran itu bukan mereka yang tidak bekerja. Melainkan mereka yang tidak memiliki kreatifitas. Pengangguran adalah momok yang menakutkan bagi suatu bangsa,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua MWCNU Gapura, Kiai Fathol Bari mengatakan, Upacara Hari Santri yang digelar dengan menggandeng instansi pendidikan negeri itu hendaknya dijadikan refleksi untuk meneruskan perjuangan kaum santri menuai manfaat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
“Saya berharap, momentum Hari Santri ini menjadi spirit bagi kita untuk melanjutkan perjuangan para santri untuk terus menebar manfaat di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.
Upacara tersebut diakhiri dengan pembacaan doa oleh Rais MWCNU Gapura, KH. Fadhail.
Kontributor: Fathor Rosy
Editor: Ibnu Abbas

