Lenteng, NU Online Sumenep
Wafatnya Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Moh Taufiqurrahman FM membuat lingkungan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Lenteng dipadati para takziyah. Terutama saat malam hari yang dipadati oleh jamaah tahlil.
Berangkat dari kesadaran ini, Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sumenep, terjunkan pasukan Tentara Nahdlatul Ulama (TNU) untuk mengamakan jamaah tahlil secara sift atau bergantian.
Biro Informasi dan Komunikasi (Infokom) Banser Sumenep, Moh Hayyi mengatakan, piket pengamanan ini dilakukan secara bergantian oleh masing-masing Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon).
“Minimalnya personil yang diterjunkan untuk mengatur lalu lintas, sebanyak 10 orang,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Ahad (09/01/2022).
Alumni Pondok Pesantren Baitul Atiq Karduluk itu menegaskan bahwa PAM atau pengaman ini akan dilakukan sampai 7 hari wafatnya KH Moh Taufiqurrahman FM.
“Sebagaimana perintah Kasatkorcab, fokus kami mengatur lalu lintas. Juga mendoakan almarhum walaupun saat menjalankan tugas di jalan raya,” tandasnya.

