Image Slider

Wakil Rais NU Dasuk Ulas Sejarah Tahun Hijriah

Dasuk, NU Online Sumenep
Meski dalam perjalanannya sarat dengan nilai-nilai keagamaan, namun sejarah tahun baru hijriah jarang diperhatikan. Utamanya oleh umat Islam sendiri. Bahkan jarang pula diperangati dengan ragam kegiatan-kegiatan positif.

Kekhawatiran itu disampaikan Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dasuk, KH. Haffas Syakur. Menurutnya, perlu adanya upaya membimbing dan mengedukasi masyarakat agar tahu dan paham dengan sejarah lahirnya tahun hijriah.

“Masyarakat harus dibimbing dan diberitahu tentang sejarah Tahun Islam. Misalnya seperti kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kemudian disebut dengan Tahun Gajah,” ujarnya saat menyampaikan sambutan di acara Peringatan Tahun Baru Islam dan 1 Abad NU yang dipusatkan di Halaman Masjid As-Shalihin, Desa Jelbudan, Sabtu (31/7/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur itu menjelaskan bahwa perumusan kalender Islam diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab. Para sahabat dipanggil guna membahas perihal tersebut.

“Dalam pertemuannya, Khalifah Umar dan sahabat sepakat untuk menggunakan sistem kalender yang ada sebelum Islam untuk kemudian disempurnakan,” jelasnya.

Namun demikian, dalam forum permusyawaratan itu terdapat perbedaan pendapat terkait kapan awal mula perhitungan kalender. Kemudian Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar awal mula perhitungan kalender di awali saat hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

“Maka kemudian Sayyidina Ali mengusulkan penamaan Bulan Hijriyah diawali dari hijrahnya Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Akhirnya, usulan itupun disepakati oleh Khalifah Umar bin Khattab dan seluruh musyawirin. Lantaran momentum hijrahnya Nabi merupakan simbol perpindahan umat Islam dari masa jahiliah ke masyarakat madani.

“Maka dibuatlah kalender Islam dengan nama Kalender Hijriah,” paparnya.

Penetapan Kalender Hijriah itu terjadi pada 638 Masehi, atau 17 tahun pasca-hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Saat itu pula disepakati bahwa 1 Muharram adalah hari pertama dalam Kalender Hijriah.

“Yakni ketika Nabi bersama Abu Bakar hijrah dari Makkah ke Madinah,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga