Nonggunong, NU Online Sumenep
Seribu lebih Nahdliyin Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, melakukan kirab bendera Nahdlatul Ulama. Hal itu dilakukan sebagai simbol Kick Off 1 Abad NU sekaligus Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah, Sabtu (30/7/2022).
Mereka berkeliling Pulau Sapudi dengan mengibarkan 1000 bendera NU. Berangkat dari Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong dengan mengendarai motor hingga mobil dan kembali ke titik yang sama.
Ketua MWCNU Nonggunong, KH. Sihabuddin Imam secara simbolik melepas pemberangkatan. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrrahim, semoga tidak terjadi kecelakaan apapun dan tertib lalu lintas, kirab ini keliling Pulau Sapudi,” ujarnya.
Di sepanjang jalan, para pengibar bendera juga melantunkan shalawat Nabi. Mengenakan seragam badan otonom masing-masing dengan berjejer rapi guna tidak menggangu lalu lintas di jalan umum tersebut.
Ketua Panitia Peringatan 1 Abad NU MWCNU Nonggunong, Mohammad Mohni mengatakan kirab ini dalam rangka meningkatkan rasa cinta warga terhadap Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memupuk rasa cinta tanah air dan mengenalkan ke masyarakat bahwa usia NU sudah memasuki abad kedua, yaitu 100 tahun.
“Dengan kirab ini, jiwa NU bangkit,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Ahmad Faruq menjelaskan bahwa selama perjalanan kirab bendera, dijadwalkan singgah di salah satu tempat bersejarah, yaitu Mercusuar Tarebung Gayam, salah satu artefak sejarah peninggalan masa kolonial Belanda.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada warga NU, termasuk Polsek Nonggunong yang telah ikut mengawal kegiatan kirab bendera NU demi tertibnya lalu lintas.
“Semoga barokah mengalir dari para Muassis NU untuk kita semua,” ungkapnya.
Kirab bendera merupakan awal dari serangkaian kegiatan yang akan dilaksanan beberapa bulan ke depan. Di antaranya Hari Santri Nasional (HSN), NU Healty yang diisi dengan senam, jalan-jalan santai dan Zarkasi (Ziarah dan Rekreasi) Muassis NU, baik yang ada di Nonggunong sendiri maupun diluar Nonggunong.
“Termasuk ke mediator berdirinya NU, KHR. As’ad Syamsul Arifin Situbondo. Dan lainnya hingga malam puncak 16 Rajab 1444 Hijriyah,” terangnya.
Unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain, Pengurus MWCNU Nonggunong, Pengurus Ranting NU, Lembaga dan badan otonom. Juga sejumlah santri dari Pondok Pesantren Zainur Ridla dan Bustanul Ulum.
Editor: Ibnu Abbas

