Kalianget, NU Online Sumenep
Gelaran Konferensi VI Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalianget telah usai dilaksanakan. Salah satu yang menjadi agenda adalah pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalianget periode 2022-2027, pada Ahad (04/09/2022).
Forum tertinggi di tubuh organisasi itu memutuskan Kiai A. Mutallip sebagai Rais Syuriah melalui musyawarah mufakat anggota Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Dimana para kiai sepuh yang diusulkan masing-masing ranting dan ditabulasi oleh panitia pelaksana melakukan musyawarah guna mengambil keputusan.
Kemudian KH. Moh. Afif Ma’ruf terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah pada sidang pleno 4 yang dipimpin Kiai Subairi Karim, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Hasil sidang itu kemudian disepakati oleh Rais Syuriah terpilih dibuktikan dengan tandatangan di atas matrai.
Sekretaris PCNU Sumenep, Zainul Hasan menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan hanya sebatas kegiatan kumpulan. Melainkan organisasi yang melayani masyarakat guna menebar manfaat. Oleh sebab itu, ajang konferensi menurutnya perlu diseriusi agar bisa melahirkan pemimpin baru yang akan mampu mengemban amanah dengan baik.
“Selain itu, penyusunan program-program harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Agar tepat sasaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dan warga NU Kalianget. Dirancang dan dipikirkan bersama agar juga manfaatnya dapat dirasakan bersama pula,” ujarnya saat menyampaikan sambutan di pembukaan Konferensi VI.
Sementara itu, Ketua Terpilih MWCNU Kalianget, KH. Moh. Afif Ma’ruf mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di Kecamatan Kalianget. Meski hal tersebut tidaklah mudah, namun akan mampu dicapai bilamana kekuatan NU disatukan.
“Mohon doanya agar kami mampu mengemban amanah dengan baik. Ke depan kita akan lakukan konsolidasi dengan badan otonom, kemudian juga membentuk lembaga-lembaga yang belum ada, guna menyatukan kekuatan, sehingga dapat membumikan Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

